Senin, 17 Oktober 2011

SINGLE SEMINAR

(BY : Lee Burns – Principal of Hillsong College Sidney Australia)

Ilustrasi 1: Renee adalah seorang yang berusia 34 tahun dan belum menikah. Renee terjebak dalam depresi karena statusnya yang belum menikah.

Ilustrasi 2: Sepasang suami istri, Terry dan istrinya yang sudah menikah selama 12 tahun. Mereka masing-masing menjalani pernikahan keduanya. Keduanya terjebak dalam kegagalan pernikahan dan menjalani konseling untuk memperbaiki pernikahan mereka.

Ilustrasi 3: Brad dan Susan yang berusia muda, belum menikah namun terjebak dalam masalah ketika tahu Susan hamil.

Dalam ketiga ilustrasi diatas mereka terjebak dalam depresi karena hidup ternyata tidak seperti apa yang mereka bayangkan sebelumnya.

Seringkali saat belum menikah, kita membangun harapan yang tinggi berdasarkan pada pendapat orang tentang hidup yang seharusnya, namun ketika kita tidak mendapatkannya maka kita akan merasa gagal dan jatuh dalam depresi.

Filipi 4 : 11-13 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Dalam ayat diatas, kita bisa melihat bagaimana Paulus mengajarkan agar dalam kehidupan kita belajar mandiri dan mengendalikan situasi yang terjadi.

Jika kita lihat dalam 3 ilustrasi diatas, anda akan bisa melihat bahwa mereka semua tidak mengendalikan situasi dalam hidup mereka. Justru merekalah yang dikendalikan oleh situasi yang terjadi dalam hidup mereka.
Kebahagiaan adalah seperti kelaparan yang tidak akan pernah membuat kita puas. Kebahagiaan seringkali kita anggap sebagai penambahan dalam hidup yang tidak akan membuat kita senang seperti mobil, tas atau pasangan.

Bayangkan ini, jika tujuan akhir kebahagiaan adalah menikah maka tidak ada pasangan didunia ini yang akan bercerai.

Seringkali kita berpikir bahwa kebahagiaan datang dari luar, namun jika kita tidak memiliki hubungan dekat dengan Yesus dan mencukupkan dengan hal itu maka tidak akan ada kebahagiaan.

Single... Anda bisa menganggapnya sebagai sebuah berkat atau kutukan, itu adalah putusan anda sendiri.

Mari kita lihat ilustrasi 1 : Renee yang mengalami depresi dalam salah satu konselingnya mengaku bahwa sebenarnya dalam status singlenya sekarang, dia cukup bahagia. Namun masalahnya datang dari orang tuanya yang memaksanya untuk segera menikah. Kedua orangtua Renee belum menjadi Kristen, mereka malah menyuruh anaknya datang ke kelab malam untuk menemukan lelaki dan menikah. Tekanan yang dihadapi Renee datang dari luar dirinya.

Maka yang harus dilakukan adalah:

1). RELEASE THE PRESSURE – melepaskan tekanan yang ada

Victor Frankl merupakan salah satu korban selamat dari tragedy Holocaust ditanya bagaimana dia bisa selamat dari kamp konsentrasi dalam kondisi sehat fisik dan mentalnya padahal banyak teman-temannya yang sakit dan sekarat. Victor menyatakan bahwa dia tidak mengijinkan orang lain atau situasi apapun yang terjadi dalam hidupnya mendikte bagaimana dia harus merasa.

Kita harus bertanggung jawab dan mengambil alih situasi yang terjadi dalam kehidupan. Lepaskan tekanan dan bertindaklah. Cobalah melihat perspektif lain dan jangan biarkan factor luar mendikte bagaimana cara anda menjalani hidup.

Anda juga harus belajar melepaskan segala ekspetasi yang berlebihan.

** Renee belajar melakukan itu dan menata hidupnya kembali. Renee kemudian menikah saat berusia 36 tahun dan menemukan lelaki tepat dan mereka berbahagia.

Kita lihat Ilustrasi 2 dimana suami istri sudah tidak sejalan lagi. Suaminya merasa sang istri berubah menjadi gemuk dan tidak mengurus dirinya sendiri (padahal sang suami sendiri tidak kalah gemuknya) Saat Lee Burns melakukan konseling, ditemukan bahwa saat mereka belum menikah, si suami bahkan rela untuk menggali kolam renang pada saat si istri meminta. Namun kebahagiaan pernikahan mereka hanya berlangsung selama 6 bulan, semenjak itu sang istri sering menerima hujatan, makian dari suaminya. Si suami menolak berubah bahkan tidak takut jika mereka akan bercerai. Justru sang istri yang ketakutan, dia bergantung pada suaminya.

Yang harus dilakukan adalah :

2). FACE YOUR FEARS – Hadapi ketakutanmu

Sebenarnya ada 3 jenis ketakutan yang dihadapi oleh semua orang baik yang masih belum menikah maupun yang sudah menikah, yaitu:
-          LONELY - Takut akan sendiri atau kesepian (“apa yang akan terjadi jika saya sendirian?)
-          REJECTION - Takut akan penolakan
-          FAILURE – Takut akan kegagalan

Kita harus memahami bahwa kesepian bukanlah sesuatu yang mengisolasi kita dari dunia ini. Kita juga harus memahami bahwa tidak pernah ada kegagalan, yang ada hanyalah feed back atau umpan balik. Ingatlah ini baik-baik, tidak ada kegagalan, karena saat kita menghadapi masalah dalam hidup dan kita tidak bisa mengatasinya maka kita belajar sesuatu supaya lain kali kita bisa berhasil melakukannya.

Pasangan dalam Ilustrasi kedua tersebut akhirnya bercerai setelah sang suami menolak berubah sementara sang istri bisa menghadapi ketakutannya. Sang istri kemudian menikah untuk kali ketiga dan kali ini hidup berbahagia dalam hidupnya.

Ilustrasi ketiga soal Brad dan Susan. Dalam konselingnya, Brad mengaku bahwa dia tidak siap menjadi ayah. Dia dibesarkan tanpa ayah yang lari meninggalkannya.

Seringkali dalam kehidupan, kita menemukan “limited belief” (kepercayaan yang terbatas) Kepercayaan terbatas inilah yang kita percayai yang menahan kita dari apa yang seharusnya bisa kita lakukan. Kepercayaan terbatas muncul ketika kita mulai mengatakan “ Aku tidak bisa melakukan itu, aku hanya......” Keterbatasan yang kemudian kita percayai ini biasanya dibentuk pada usia muda atau awal kehidupan kita.

Contohnya : saat kita kelas 6 SD kita mendapatkan nilai jelek di pelajaran matematika, kita diejek bodoh. Hal itu menjadi sesuatu yang kita percaya hingga saat kita dewasa. Saat menghadapi pelajaran matematika, biasanya kita akan ketakutan sendiri karena sudah percaya sebelumnya bahwa kita tidak bisa melakukannya.

Yang harus dilakukan :

3). TRANSFORM YOUR LIMITED BELIEF – Ubahlah pola pikir dan jangan batasi diri anda

Sekarang pertanyaannya, “Apakah yang membatasi diri anda?” dan “Siapakah yang mengatakan pada anda bahwa anda tidak bisa melakukan hal tersebut?”

Anda harus ingat bahwa jika bukan Tuhan yang mengatakan hal-hal diatas pada anda, makaitu tidak benar.
Kita harus belajar mengubah pola pikir dan saat kita bisa menyelesaikan permasalahan kepercayaan yang terbatas itu maka saat itulah kita akan berubah.

Pada kasus Brad dan Susan, mereka harus belajar bahwa menikah dan menjadi orang tua adalah sebuah proses belajar yang tidak aka nada habisnya. Brad berhasil merubah paradigmanya dari ‘Saya tidak bisa’ menjadi ‘ Saya bisa’ Kini Brad dan Susan sudah menikah selama 4 tahun dan bahagia dalam pernikahan dengan 2 anak.

Jika anda dalam posisi Renee, anda 34 tahun dan belum menikah, itu bukan sesuatu yang buruk. Cobalah tutup mata, bayangkan anda 34 tahun dan memiliki pernikahan yang buruk.

Belum menikah atau menjadi single bukanlah masalah, karena anda masih punya masa depan untuk dinantikan. Jika saat ini anda dalam depresi karena belum menikah maka anda harus belajar melihatnya dari cara Yesus melihatnya. Masalahnya adalah bagaimana cara kita memandang segala sesuatunya, perspektif kita terhadap segala sesuatunya.

  • Kita mengambil alih tanggung jawab penuh dalam kehidupan kita
  • Menanyakan pertanyaan yang berkualitas yang akan bertujuan mengubah hidup anda
  • Setelah konseling, Renee kemudian mulai mempertanyakan pertanyaan berkualitas tersebut “Apa yang harus saya lakukan untuk mengambil tanggung jawab penuh dalam hidup saya?” “Bagaimana saya harus mencari pria yang sesuai dengan yang Tuhan mau”

IN COURSE (DALAM TUJUAN)

IN AFFECTIVE (TIDAK EFEKTIF)
  • Berkaitan bagaimana kita seringkali menyalahkan sesuatu atau seseorang
  • Dalam kehidupan, seringkali kita menanyakan pertanyaan berkualitas rendah seperti apa yang mungkin Renee tanyakan berikut ini : “Mengapa saya 34 tahun dan tidak menikah”
  • Renee tidak sedang mencari jawaban namun justru dia mencari siapa yang bisa disalahkan. Renee tidak sedang bertanggung jawab atas hidupnya, dia bertindak karena dipengaruhi depresi.
  • Kecuali anda siap mendapatkan jawabannya maka pertanyaan yang akan anda tanyakan tidak berguna
  • Ketika anda menyalahkan orang lain dan menolak bertanggung jawab dalam hidup maka hidup anda akan menjadi jauh lebih buruk.
  • Jika anda tetap menjalani ketidak efektifan kehidupan anda dan menyelesaikannya dengan menikah dan tetap menyalahkan orang lain maka anda tinggal menunggu pernikahan anda hancur.

“Live the life you want” pertanyaan yang kita ajukan sebenarnya menentukan kualitas kehidupan kita.

PERTANYAAN SEPERTI APA YANG HARUS KITA AJUKAN :
·         Apa yang bisa saya pelajari dari situasi kehidupan saya sekarang ini? Bagaimana jika saya bisa melakukannya secara berbeda?

Kegagalan tidak pernah menjadi pilihan. Pertanyaan diatas akan membantu kita mengambil keputusan dalam hidup dan bertanggung jawab mengendalikannya.

Ketika kita menyalahkan sesuatu maka hal itu akan mengambil alih kehidupan kita dan mengendalikan hidup kita. Berhentilah menyalahkan orang lain dan keadaan.

Apakah anda belum menikah/ single dan menikah, semuanya tergantung pada keputusan anda, anda yang pegang kendali.

3 pertanyaan penting yang akan membantu anda menentukan perubahan hidup :

1). Who I need to be? – Saya harus jadi apa?
2). Who I need to be to do what I need to do? – Saya harus jadi apa untuk melakukan apa yang harus aku lakukan?
3). Who I need to be to have what I need to have? – Saya harus jadi apa untuk mempunyai apa yang aku punya.

Be + Do + Have atau Jadi apa + Melakukan apa + Mempunyai apa

Ingat baik-baik!!!! Pertanyaan diatas ini tidak melibatkan orang lain hanya MEMBUTUHKAN ANDA!!!!!

Siapa kita yang akan menentukan apa yang bisa kita lakukan. Siapa kita yang akan menentukan apa yang bisa kita dapatkan dan kita punyai.

Pertanyaan penting apa yang kini tengah anda tanyakan pada diri anda sekarang?????

Jika anda terus menerus mempertanyakan pertanyaan berkualitas dan berhenti menyalahkan orang lain atau keadaan, belajar melihat segala sesuatu terjadi dalam hidup anda dengan perspektif yang baru, maka anda akan menemukan hidup anda berubah.

Tuhan memberkati. 

Kamis, 13 Oktober 2011

MENJADI TER-HORMAT

(By : Ps Jose Carol – Senior Associates Pastor in JPCC)

Untuk menjadi TER-hormat maka terlebih dahulu seseorang harus belajar menghormati dan dihormati. Ketika kita terlebih dahulu tahu bagaimana rasanya dihormati maka kita akan tahu bagaimana untuk belajar menghormati.

Hormat mendahului pengaruh. Orang yang anda hormati dan menghormati anda, merekalah yang biasanya bisa anda pengaruhi.

Khotbah kali ini memang tampaknya seperti seri parenting. Seri pengajaran untuk para orang tua terhadap anak-anak mereka. Namun sangatlah penting mengajarkan hormat kepada anak-anak anda supaya mereka dewasa dengan menghormati orang lain.

Amsal 17: 6 Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka. 

Jika anda tidak menghormati anak-anak anda dan mengajarkan mereka menghormati dalam hal-hal kecil seperti penghargaan atas kinerja mereka, menepati janji dan menghormati para pekerja dirumah anda, maka seperti ayat diatas, mahkota anda tidak akan bersinar.

Roma 12: 10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. 

Jika kita bisa menunjukkan kasih dan menjadi orang pertama yang menghormati orang lain, mereka akan bisa melihat dan menentukan apakah kita terhormat atau tidak. Ukuran terhormat bukan berada ditangan kita namun diukur dari cara kita menghormati orang lain.

Bagaimana caranya menjadi TER-hormat????

1). Ajarkan rasanya dihormati dan mulai belajar menghormati

Lukas 14: 7-11 Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." 

Inti dari ayat diatas terletak di ayat 11.  Jika anda ingin menjadi terhormat maka berikanlah posisi terdepan atau terdepan kepada orang lain, biarkanlah orang lain yang menilai. Jika mereka mendatangimu dan memintamu untuk datang dan duduk didepan maka itu artinya anda memiliki posisi TER-hormat. Biarlah orang lain yang menentukan posisi terhormat itu, jangan anda yang egois ingin dihormati.

2). Rendah hati

Baca kembali ayat diatas. Inti dari ayat tersebut bicara soal kerendahan hati atau humility sebagai syarat utama seseorang mendapatkan posisi TER-hormat.

Rendah hati dan bukan rendah diri yang diminta Tuhan. Ada beda yang jauh antara menjadi rendah hati dan rendah diri. Rendah hati adalah jika anda mendapatkan posisi duduk dibelakang maka anda pun tidak kecewa atau jika anda dipindahkan ke depan anda menerima dengan lapang. Kenapa karena diakui atau tidak bukan menjadi masalah bagi dia, orang yang rendah hati sudah terbiasa menghormati orang lain. Sebaliknya jika rendah diri, seseorang yang jika ditempatkan di belakang akan marah-marah karena kekecewaan namun jika dipindah ke depan, kebanyakan menolaknya karena malu.

Amsal 18: 12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan. 
Ilustrasi: Di pesawat, ps Jose bertemu dengan penumpang kaya (terlihat dari tas bermerk yang dibawanya) yang ngedumel sepanjang penerbangan karena tasnya ditaruh di bagasi yang jauh dari tempat duduknya padahal dia datang telat. Intinya dengan tinggi hati, anda justru tidak akan mendapat hormat.

Amsal 22: 4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. 

3). Taat pada perintah

Efesus 6: 1-4 (king James version) Children, obey your parents in the Lord, for this is right. “Honor your father and mother,” which is the first commandment with promise: “that it may be well with you and you may live long on the earth.”
 And you, fathers, do not provoke your children to wrath, but bring them up in the training and admonition of the Lord.

Sebaliknya dalam terjemahan New Living Translation Children, obey your parents because you belong to the Lord,for this is the right thing to do.  “Honor your father and mother.” This is the first commandment with a promise: If you honor your father and mother, “things will go well for you, and you will have a long life on the earth.” Fathers, do not provoke your children to anger by the way you treat them. Rather, bring them up with the discipline and instruction that comes from the Lord.

Atau dalam terjemahan Indonesia Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. 

Hormatilah ayah dan ibumu (titik) tidak ada alasan yang menyertainya. Namun perintah ini merupakan perintah pertama yang disertai dengan janji. Taat pada perintah harus dimaknai meskipun tanpa janji yang menyertainya, perintah tetap perintah dan harus ditaati.

1 Timotius 4: 12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. 

Janganlah takut tidak menjadi TER-hormat karena usia muda kita. Kehormatan tidak pernah bicara soal kehormatan namun soal perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan dan kesucian. Hal-hal tersebut merupakan 5 prinsip dasar kehidupan yang Rasul Paulus ajarkan. Artinya bahwa untuk menjadi TER-hormat kita harus bisa menunjukkannya dalam perkataan, tingkah laku, dalam kasih dengan menunjukkan kesetiaan dan kesucian. Jika kita melakukan semua hal tersebut, kita akan mendapatkan pengakuan dan dihormati oleh orang lain.
Kehormatan adalah soal apa yang keluar dari kehidupanmu.

4). Menunjukkan Kasih
Kita menjadi pribadi yang TER-hormat ketika kita menunjukkan kasih. Bangsa yang terhormat adalah bangsa yang menunjukkan kasihnya kepada bangsa lain.

Ilustrasi : Ingatkah saat Indonesia dilanda Tsunami sekitar tahun 2004 lalu? Saat itu justru bangsa-bangsa kecil yang rela membantu memberikan dana maupun peralatan yang dibutuhkan, pun demikian dengan bangsa Eropa maupun Amerika. Hal tersebut beda dengan bangsa di Timur Tengah yang selalu bergeming melihat banyak hal, akibatnya mereka kehilangan hormat bangsa-bangsa lainnya.

Dalam alkitab dicatat kisah tentang Zakeus yang dianggap pengkhianat bangsa Israel karena bekerja sebagai pemungut cukai. Dia dibenci dan dikucilkan, namun lihatlah apa yang terjadi ketika Yesus menunjukkan kasih-Nya pada Zakeus, revolusi ekonomi terjadi. Zakeus mengembalikan semuanya dan membayar beberapa kali lipat dari mereka. Itu semua terjadi ketika Yesus menghormati Zakeus.
Murni hanya digunakan untuk menjelaskan air, emas dan hati. Untuk menjadi yang TER-hormat maka yang harus anda lakukan adalah menjaga kemurnian hati anda. Kemurnian hati itu akan memancar keluar dari kehidupan anda.

Jika anda ingin menjadi TER-hormat maka mulailah lakukan cara diatas. Bukan hanya hidup anda yang berubah, hidup orang disekitar anda pun akan berubah.

Selasa, 04 Oktober 2011

HONOR

(By: Ps Jeffrey Rachmat – Senior Pastor in JPCC)

Alkitab mengatakan di akhir jaman, orang akan mencintai diri sendiri dan tidak menghormati orang lain. Penting bagi anak Tuhan untuk tidak ikut menjadi sama seperti itu namun kita justru harus menjadi berkat.

Roma 13: 7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Hormat merupakan respect yang diwujudkan (dalam perbuatan). Respect bisa dilakukan diam-diam namun tidak demikian dengan hormat.

Keluaran 20: 12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. 

Tuhan ingin kita panjang umur untuk menikmati berkat Tuhan.

Kenapa kita harus menghormati orangtua kita? 1). Karena suatu saat nanti, kita juga akan menjadi orangtua dan merasakan hal yang sama 2). Sikap menghormati tidak berarti kita harus setuju dengan pendapat mereka namun tetap kita harus menghormati karena posisi dan otoritas yang mereka punya. Sama hal nya jika kita harus berdiri dan memberi hormat jika bertemu dengan kepala Negara, meski kita tidak setuju akan cara mereka. 3). Menghormati karena itu perintah Tuhan (titik)

1 Tim 5: 17 Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar. 

Atau dalam terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari “Pemimpin jemaat yang melakukan tugasnya dengan baik, patut diberi penghargaan dua kali lipat, terutama sekali mereka yang rajin berkhotbah dan mengajar”

Dari ayat diatas, Paulus ingin Timotius mempunyai sikap yang benar atau standard yang lebih tinggi dalam menghormati lebih daripada standard yang ditetapkan oleh orang dunia.

Amsal 3: 9-10 (BIS) Hormatilah TUHAN dengan mempersembahkan kepada-Nya yang terbaik dari segala harta milik dan hasil tanahmu, maka lumbung-lumbungmu akan penuh gandum, dan air anggurmu akan berlimpah-limpah sehingga tidak cukup tempat untuk menyimpannya.

Dalam bahasa aslinya, ayat diatas menggunakan kata “kabad” yang mempunyai dua arti yaitu hormat dan kemuliaan.

Bagaimana caranya kita menghormati Tuhan?

1). Memberikan yang terbaik pada Tuhan

Semua peraturan dan perintah yang Tuhan berikan pada kita, semuanya itu dilakukan demi kebaikan kita. Memberikan persembahan adalah salah satu cara untuk menghormati Tuhan.

Di JPCC, persembahan tidak disodorkan melainkan ditaruh disatu tempat, siapapun yang berkenan memberikan bisa memberi dan memasukkannya secara langsung. Kenapa itu dilakukan?karena kita harus mendisiplinkan diri untuk bisa memberikan persembahan. Kita harus selalu punya kebiasaan untuk memberi. Kita harus selalu belajar memberikan yang terbaik untuk Tuhan.

Ilustrasi : jika anda melihat tradisi tumpengan maka anda akan bisa tahu jika potongan pertama dari tumpeng selalu diberikan kepada mereka yang dituakan/ dihormati. Itu artinya yang terbaik diberikan.

2). Hormat berarti mendahulukan Tuhan dalam segala sesuatu

Salah satu cara menghormati orang lain adalah dengan datang tepat waktu.

Di JPCC, kebaktian selalu dimulai tepat waktu karena menghormati mereka yang sudah datang terlebih dahulu. Kebanyakan mereka akan menunggu sampai gereja penuh, namun itu berarti menghormati mereka yang belum tentu akan datang dan melupakan jemaat yang sebelumnya susah payah datang pagi. 

Mendahulukan orang lain diatas kepentingan kita itulah menghormati

Jika ingin mendapatkan yang terbaik, maka harus dimulai dengan memberikan yang terbaik.

Hormat = Honor = kabad = “to be heavy” = menjadi lebih berbobot

Asal kata Honorarium/ salary/ upah/ gaji adalah Honor (hormat) Salary/ upah merupakan perwujudan bobot/ nilai kita dimata orang yang menggaji kita. Makanya jika anda ingin gaji naik, maka anda harus menambah bobot/ nilai yang anda miliki dalam pekerjaan.

Markus 6: 1-6 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar. 

Jemaat hilang kesempatan untuk mendapatkan berkat namun mereka gagal menghormati Yesus. Jika kita ingin mendapatkan hal yang terbaik dari seseorang maka kita harus menghormati orang tersebut terlebih dahulu.
Ilustrasi : Kita mengundang seorang diva namun diva itu dijemput dengan pick up dan dibawa menginap ke hotel yang tidak jelas, jika dia menyanyi maka dia hanya akan memenuhi kontraknya namun lain kali diva tersebut tidak akan datang lagi jika kita undang.

Lukas 19: 1-8 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." 

Orang lain gagal menghormati Zakeus namun begitu Yesus yang terlebih dahulu menghormati Zakeus maka justru pemungut cukai ini membuat sebuah keputusan yang besar.

Tidak ada cara lain untuk mengeluarkan nilai yang terbaik selain menghormati. Anda tidak bisa mengeluarkan potensi terbaik seseorang dengan menjatuhkan atau membuat gossip tentang seseorang.

Jemaat ditempat asal Yesus kehilangan kesempatan mendapatkan mujizat karena menolak Yesus setelah mereka meragukan keberadaan serta kuasa Yesus. Itu semua terjadi karena mereka mengetahui asal usul Yesus dan keluarganya. Terkadang orang yang bisa membantu kita adalah orang yang berada di dekat kita namun kita cenderung gengsi karena kita ‘merasa’ sudah tahu mengenai mereka.

Ilustrasi: Saat ps Jeff sedang berada di luar kota, anak keduanya menelpon dan minta diajar mengenai PR matematika, ps Jeff memberitahu putrinya untuk bertanya pada kakaknya, karena sang kakak sudah pernah diajari sebelumnya. Namun putrinya bilang dia akan menunggu ayahnya. Saat ps Jeff pulang, sang kakak ditanya mengapa tidak mau membantu adiknya, dia bilang dia sudah menawarkan bantuan namun adiknya menolak.

Hormat adalah sikap hati yang diwujudkan dalam bentuk tindakan. Untuk bisa menghormati, kita harus rendah hati terlebih dahulu.

Jemaat di Markus 6 tidak rendah hati, mereka justru menurunkan Yesus di posisi yang sama dengan mereka. Mereka lakukan hal tersebut hanya karena mereka tidak mau mengakui Yesus hebat dan kuasa-Nya luar biasa hingga mereka harus cari orang lain dan tidak percaya.

Ilustrasi: Hal tersebut juga terjadi di keluarga besar ps Jeff yang justru memilih mencari hamba Tuhan lainnya dibanding minta bantuan pada dirinya, padahal dia begitu dekat dan bisa dimintai tolong.

“If you want the best ouf of Jesus, learn to honor Him”

Jika anda ingin Yesus memberikan yang terbaik buat anda maka anda harus menghormati Dia terlebih dahulu.
“If you want the best out of people, learn to honor them”

Jika anda ingin mengeluarkan potensi terbaik dari seseorang maka hormatilah orang tersebut terlebih dahulu. Hormatilah mereka meski posisi mereka lebih rendah, mulailah menghormati dari dalam rumah anda.

Ilustrasi: Hormatilah pembantu anda, jangan heran jika anda kelimpungan karena setelah lebaran mereka tidak mau kembali pada anda. Introspeksi dan belajarlah menghormati para pembantu anda.

Menghormati bukan sekadar menghormati namun merupakan sikap yang berasal dari hati. Mari belajar saling menghormati.

HONOR

(By : Ps Jussar Badudu – Youth Pastor in JPCC)

Salah satu perintah Tuhan yang ditulis di alkitab adalah “Hormatilah ayah dan ibumu” Mengapa kita harus menghormati orang tua? Karena orang tua adalah lambang otoritas, mereka juga adalah pelindung dan semestinya mereka juga adalah pihak yang bertugas mengajari dan memberi nilai-nilai awal dalam kehidupan kita.

“Parents deserve to be honor”

Sebenarnya bukan hanya orangtua kita, dalam kitab Roma : Paulus juga meminta kita agar hidup saling menghormati orang lain. Mengapa menghormati menjadi begitu penting? Karena dengan menghormati orang lain, kita dapat memunculkan semua hal baik yang tadinya tidak terlihat. Bagaimana kita memperlakukan orang lain menentukan sejauh apa kita bisa mempengaruhi kehidupan orang tersebut.

Kita mghormati bukan hanya ketika kita mengetahui nilai positif yang dimiliki orang tersebut namun kita juga harus tetap menghormati bahkan ketika kita belum mengenal mereka. Itu inti penting dari menghormati.

Kita diminta menghormati orang tua kita (titik) tidak ada embel-embel lainnya. Tidak ada syarat “dilakukan jika ayah saya atau ibu saya baik pada saya” tidak!!! Tuhan minta kita menghormati tanpa alasan dibaliknya.

Jika kita menghormati orang lain, percayalah sesuatu yang baik akan terjadi.

Markus 6 :1-6 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar. 

Cerita diatas saat Yesus sedang mengunjungi kampung halamannya. Yesus yang tadinya disambut meriah, namun mulai diragukan kuasa-Nya karena mereka mengenal Yesus dan keluarganya. Karena penolakan itulah maka Yesus tidak dapat melakukan mujizat apapun kecuali menyembuhkan orang sakit.

Apakah Yesus bisa melakukan mujizat? Ya, tentu saja Yesus bisa. Namun orang-orang di tempat itu memilih untuk tidak percaya dan tidak mau menghormati Yesus. Pasti mereka sudah dengar mengenai kehebatan Yesus dan mujizat-Nya namun mereka memilih berpaling dan meragukan kuasa-Nya. Mereka gagal mendapatkan sesuatu yang baik karena mereka memilih tidak menghormati.

Setiap orang suka dihormati terutama lelaki bahkan ada frasa yang menyatakan bahwa "lelaki lebih suka dihormati daripada dicintai" Lelaki dilahirkan sebagai pemimpin, dan sebagai pemimpin mereka cenderung tergila-gila akan hormat. Mereka suka menerima penghormatan terlepas kenyataan mereka pantas atau tidak menerimanya.

“Honor is different than respect”

Menghormati berbeda dengan menghargai. Sebuah sikap menghormati harus ditunjukkan namun sikap menghargai bisa kita lakukan dengan diam-diam (tidak perlu ditunjukkan)

Honor has to be shown..

Respek itu menghargai seseorang tanpa benar-benar mengenal dia. Kita bisa menghargai hanya dengan melihat hasil karya tanpa mengetahui nilai-nilai hidup yang sebenarnya.

Ilustrasi : Ps Jussar yang sangat respect pada pelatih Manchester United – Sir Alex Ferguson karena dengan tangan dinginnya membuat “Setan Merah” menjadi klub yang disegani diseluruh dunia. Ps Jussar respect akan kehebatan Fergie melatih namun tidak mengetahui bagaimana dia hidup sehari-hari.

Terkadang kita memiliki alasan-alasan klise “ Bagaimana jika mereka tidak layak untuk dihormati?” Paulus dalam suratnya untuk jemaat di Roma dan Korintus menjelaskan dan memerintahkan agar kita menghormati semua orang. Ingatlah perintah Tuhan yang sudah kita bahas diatas “ Hormatilah ayah ibumu (titik)” hal yang demikian berlaku juga untuk orang lainnya. Anda diminta menghormati orang lain tanpa terkecuali dan tanpa alasan.

Luk 19:1-10 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." 

Coba lihat baik-baik ayat ke 8 – Zakeus seorang pemungut cukai bisa melakukan hal sedrastis itu, anda pasti bertanya-tanya mengapa hal tersebut terjadi? Karena Yesus yang dipuja dan dielukan semua orang tersebut mau datang dan menghormati Zakeus terlebih dahulu. Yesu tidak menghakimi Zakeus. Cerita diatas mengingatkan kita, ketika kita menghormati orang lain terlebih dahulu maka kita akan bisa mengeluarkan sisi terbaik dari orang tersebut.

Satu hal tentang Yesus, Dia tidak peduli dengan dosa yang sudah kalian lakukan. Yesus turun dari sorga karena Dia menghormati kita.

Penghormatan harus kita mulai terlebih dahulu dari rumah kita. Mulailah belajar menghormati orang tua anda. Sesuatu yang anda lakukan dari rumah, akan menjadi suatu kebiasaan yang akan anda bawa dalam perjalanan hidup anda bersama orang lain.  

Apa si untungnya jika kita menghormati?

Honor berarti umur panjang dan kebahagiaan

Efesus 6:2-3 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. 

Honor is giving - No person was ever honored for what he received, honor has been the reward for what he gave.
Tidak ada manusia yang dihormati untuk apa yang sudah dia dapatkan namun manusia dihormati sebagai penghargaan untuk apa yang telah ia berikan.

Honor is worshiping
Menghormati berarti tunduk pada keberadaan Tuhan. Menghormati berarti berserah kepada perintah-Nya. Karena Tuhan begitu hebat dan dasyat maka dari itu aku rela menyembah. Itu sebenarnya adalah arti dari menghormati.  

Kita harus menunjukkan hormat satu dengan lainnya apalagi dengan Tuhan. Kita harus menghormati Dia.

I kor 12:23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. 

Ayat diatas bukan tentang anggota tubuh saja namun ini juga tentang menghormati orang lain. Sama seperti tubuh, jika ada yang tidak baik, kita memperlakukannya dengan khusus. Sama dengan manusia, Jika ada seseorang yang kita rasa tidak pantas dihormati, kita justru harus memberikan penghormatan khusus.
Siapkah anda belajar merendahkan diri, tidak banyak bertanya dan menggunakan alasan, hanya cukup menghormati saja dan mengikuti perintah Tuhan?

Mari berlajar!!!!