Sabtu, 14 Januari 2012

WATCH YOUR MOUTH

(By : Kenny Goh – DATE Leader in JPCC)

2 kor 3: 18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. 

Kemuliaan kita datangnya dari Tuhan. Tidak ada manusia yang bisa dengan sempurna menjalani kehidupannya, itu sebabnya kita membutuhkan Tuhan.

Di tahun yang baru ini, kita membuat resolusi yang baru. Namun terkadang resolusi tersebut sama sekali tidak mengikut sertakan Tuhan didalamnya. Kita seringkali bertindak seperti tidak butuh Tuhan dan membuat resolusi seperti soal pribadi, hal-hal yang kita mau saja.

Yer 17 :5-8 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! 

Perhatikan ayat diatas, orang dalam bahasa aslinya berarti Gibor yang memiliki arti “manusia kuat atau strong man” sedangkan kata manusia diatas berarti adam.

Ayat diatas mengatakan bahwa orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri akan terkutuk.

Ayat 6 : “Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk”

Atau dalam terjemahan NKJV “For he shall be like a shrub in the desert, And shall not see when good comes, But shall inhabit the parched places in the wilderness, In a salt land which is not inhabited”

Mereka yang mengandalkan kekuatannya sendiri akan seperti semak di tengah padang belantara. Terjemahan Indonesia sedikit kurang tepat, bukan tidak akan mengalami datangnya hari baik namun seperti yang tertulis di NKJV ‘shall not see when good comes’ Mereka yang dikatakan dikutuk tidak bisa melihat kebaikan Tuhan yang sudah datang dan diberikan kepadanya. Hal-hal baik terjadi dalam hidup kita tetapi kita tidak bisa melihatnya.

Dikatakan orang terkutuk sama dengan semak belukar di padang gurun, anda pernah lihat bagaimana semak di padang gurun. Sepi, terasing dan hidupnya tanpa warna. Begitulah orang yang mengandalkan dirinya sendiri.
Jika kita sudah melihat bagaimana kutuk bagi mereka yang tidak mengandalkan Tuhan, sekarang kita akan melihat bagaimana berkat bagi mereka yang mengandalkan-Nya.

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. 

Dalam terjemahan NKJV dikatakan ‘ For he shall be like a tree planted by the waters, Which spreads out its roots by the river, And will not fear when heat comes; But its leaf will be green, And will not be anxious in the year of drought, Nor will cease from yielding fruit’

Perhatikan ayat diatas, Mereka yang diberkati Tuhan bukannya tidak pernah mengalami panas terik namun ketika menghadapi panas tersebut, dia tidak akan takut. Apapun yang orang katakan atau lakukan kepadanya, dia akan tetap produktif dan menghasilkan sesuatu yang baik. Dikatakan bahwa mereka yang diberkati sama seperti pohon.

Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 

Firman Tuhan katakan apa saja yang dibuat mereka yang mengandalkan Tuhan akan berhasil. Syaratnya cuma satu merenungkan Taurat Tuhan.

Mazmur 19:8 Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. 

Jika anda melihat dari mazmur 19 ini, Taurat Tuhan bukan berbicara hanya tentang 10 Titah Tuhan namun berbicara tentang keseluruhan isi dari Firman Tuhan.

Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 

Ayat ini adalah peneguhan kepada Yosua setelah Musa meninggal. Tuhan memintanya untuk tidak lupa memperkatakan Firman Tuhan. Jika Yosua melakukan itu maka apapun yang diperbuatnya akan berhasil. Perintah tersebut tidak hanya berlaku untuk Yosua namun untuk kita semua.
Kata ‘renungkan’ di Yosua 1 dan Mazmur 1 dari kata “hagah’ atau BERGUMAM yang berasal dari kata hei(=grace/ kasih karunia) gamel(=unta, alat transportasi) dan hei(=grace/ kasih karunia) artinya dari kasih karunia satu ke kasih karunia yang lain.

Tuhan meminta kita menggumamkan Firman Tuhan ini siang dan malam.

Phil Pringle pernah mengatakan bahwa sebenarnya tujuan utama kata-kata bukanlah untuk berkomunikasi, di kitab kejadian kita melihat bahwa Tuhan menggunakan kata-kata untuk menciptakan. Itu sebabnya seringkali kita mendengar kalimat “Your word create your world” Kata-kata kita menciptakan dunia kita. Untuk itulah, Tuhan meminta kita agar menggumamkan kata-kata Tuhan supaya kita berhasil dalam hidup.

1 Pet 3: 10  "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. 

Atau dalam terjemahan BIS Di dalam Alkitab tertulis begini, ''Orang yang mau menikmati hidup dan mau mengalami hari-hari yang baik, harus menjaga mulutnya supaya tidak membicarakan hal-hal yang jahat dan tidak mengucapkan hal-hal yang dusta”

Dikatakan supaya semua orang yang mencintai hidup dan ingin menikmatinya maka dia harus menjaga mulutnya supaya tidak membicarakan hal yang jahat dan dusta tetapi justru harus menggumamkan firman Tuhan.

Jika ingin menikmati hidup, kita harus menjaga mulut kita ‘Watch your mouth’

Cara praktis untuk mengandalkan tuhan:
1. Baca firman tuhan
2. Renungkan dan gumamkanlah Firman itu

Tes sederhana yang bisa anda lakukan, Cobalah baca, renungkan dan kemudian gumamkanlah Mazmur 23 selama seminggu, dan lihatlah apa yang terjadi.

Mazmur 23 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. 

Mulailah tahun 2012 dengan mengandalkan Tuhan, dan anda bisa melihat sendiri hasilnya.

Selamat Mencoba!!!

Minggu, 08 Januari 2012

BERHARGA DIMATA TUHAN - PESAN NATAL

(By : ps Jose Carol – Senior Associates Pastor in JPCC)

Pesan Natal yang sangat mengena ini disampikan ps Jose Carol saat menjadi pembicara di perayaan Natal DATE kami, Sudirman Park 6. Pesan yang menguatkan kami untuk kembali memaknai Natal bukan hanya sebagai sebuah perayaan pesta besar namun mengingat betapa Tuhan mencintai kami semua.Thank you for coming, ps Jose Carol..God bless you

Dalam jajaran tas termahal di dunia masuk sebagai yang pertama adalah The Mouawad's 1001 Nights Diamond Purse dengan harga 3,8 juta dollar. Aksesori fashion yang satu ini diklaim sebagai tas tangan termahal di dunia. Tas yang terbuat dari emas 18 karat dan dihiasi 4.517 berlian itu diberi harga 2,35 juta poundsterling atau sekitar Rp 34 miliar. Berlian yang menghiasi tas tersebut terdiri dari 105 berlian berwarna kuning, 56 berwarna pink dan 4.356 berlian putih. Berat berlian di tas itu seluruhnya 381,92 karat.

Apa yang anda bayangkan jika anda seorang perempuan diberikan tas seperti itu?anda pasti beranggapan bahwa pria tersebut royal, baik hati, begitu mencintai anda, kemudian dia ingin memikat hati anda atau anda juga bisa beranggapan pria tersebut sombong.Sebaliknya wanita seperti apakah yang akan diberikan tas seperti itu?anda pasti bilang wanita cantik, classy elegant dan juga seorang yang mungkin materialistis

Mengapa kita membicarakan hal ini?

Karena ini berhubungan dengan anugerah 'keselamatan' yang telah kita dapatkan dari Yesus. hadiah yang kita dapatkan menunjukkan betapa luar biasanya Tuhan kita, Dia telah memberikan kepada kita hadiah utama yang tiada tandingannya, anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus. Hal tersebut menunjukkan pribadi Tuhan yang begitu hebat, rendah hati dan murah hati namun terutama pribadi yang begitu mencintai kita.
Kelahiran Yesus setiap natal juga menunjukkan orang seperti apa kita yang diberikan hadiah utama tersebut, berarti kita adalah seseorang yang begitu berharga di mata Tuhan.

Nah, iblis seringkali menggunakan hal ini untuk menghancurkan kita. Yesus dalam pencobaan di padang gurun juga coba dikelabui iblis tentang identitasnya sebagai anak Allah. Namun ketika kita mengenal siapa kita maka kita akan bisa tahu betapa berharganya kita.

Natal adalah kesempatan kita membangun kembali hubungan dengan Tuhan, menyadari identitas kita dan siapa diri kita di mata Tuhan serta mengenal lebih dekat lagi siapa pemberi hadiah tersebut.

Natal adalah waktu dimana kita juga bisa memberikan hadiah kita kepada orang lain, materi, pelukan, waktu, perhatian dan kasih sayang. hadiah yang kita berikan akan membantu orang di skitar kita untuk mengenal pemberi hadiah utama yaitu Yesus.

jadi marilah jadi agen-agen berkat natal ini...

ART OF SERVING

(By: Ps Jose Carol – Senior Associates Pastor in JPCC)


Menurut sebuah penelitian di USA, 76% dari keseluruhan perusahaan keluarga atau orang kaya susah untuk menurunkan kekayaannya kepada keturunannya, artinya 76% dari jumlah perusahaan kaya tersebut kekayaannya berhenti di anaknya. Hal tersebut sama dengan gereja. Kebanyakan generasi kedua menghancurkan kerja sebelumnya yang sudah dibangun oleh generasi pertama karena mereka tidak tahu apa yang sudah dilakukan oleh para pendiri gereja tersebut. Mereka tidak pernah mengajarkan anak/ keturunan atau penerus mereka mengenai cara untuk melayani.

Ko Jose bercerita mengenai pengalamannya minum kopi bersama om nya. Disitu dia melihat sepupunya memesan berbagai macam jenis kopi sementara si om hanya diam saja tanpa memesan. Kemudian ps Jose bertanya mengapa si om tidak ikut memesan? Si om hanya menjawab dia tidak mau minum kopi seharga 30 ribu karena biasanya kopi yang dia minum harganya 4ribu saja. Ps Jose kmudian bertanya apa reaksinya melihat anaknya beramai-ramai minum kopi namun dia bilang yah karena ayah mereka kaya sementara dulu ayah saya miskin.

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan orangtua adalah tidak mau membiarkan anak mereka hidup susah. Satu hal yang harus anda tahu, jika anda takut anak anda akan susah sehinga anda memanjakannya maka jangan kaget jika suatu hari nanti, hidup anda yang akan susah.

True greatness come from serving

Yang dunia kenal adalah bahwa “true greatness come from achieving something” namun bukan itu yang Tuhan ajarkan. Jika anda ingin mendapatkan kemuliaan, maka anda harus melayani.

Mengapa kita diajar melayani:

Mark 10:42-43 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 

Joanne, anak kedua ps Jose yang baru berumur 10 tahun menulis ucapan terimakasih kepada kedua orangtuanya karena sudah dibelikan jaket baru seharga hampir 500ribu rupiah, menurutnya itu sangat berharga karena sepanjang umurnya nilai tabungan yang Joanne punya baru sekitar 659 ribu. Yang membuat ps Jose senang bukanlah ucapan terimakasihnya namun justru karena sekarang Joanne tahu arti nilai uang. Sejak kecil, kedua anak ps Jose diberikan uang supaya mereka menabung dan setiap kali ada excellent sacrifice mereka selalu mempersembahkan seluruh tabungan mereka. Namun ketika mereka memberi, mereka tidak mengetahui betapa menyakitkannya ketika memberi. Joanne sekarang tahu bahwa harga jaketnya setara dengan tabungannya selama 10 tahun. Joanne pasti akan lebih menghargai jaket tersebut.

1). Tuhan ingin agar anda menghargai apa yang sudah diberikannya

Terkadang orang Kristen tidak menghargai keselamatan yang sudah mereka dapatkan karena mereka tentu saja tidak pernah merasakan pengalaman disalibkan. Bagi mereka yang sudah tahu rasanya, pasti akan lebih menghargai hal tersebut. Ketika kita mengetahu berapa harga yang harus dibayarkan untuk mendapatkan sesuatu maka kita akan lebih menghargai barang tersebut.

Tuhan ingin anda menghargai segala sesuatu yang ada ditangan anda, itulah maksud dari melayani.

Markus 10: 44-45 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." 

“the world needs great leaders and a great leaders is the one who greatly serves”

2). Tuhan ingin kita menjadi pemimpin yang mau mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan diri sendiri dan melihat rencana Tuhan dibalik itu semua.

Sikap melayani ditunjukkan salah satu tokoh di alkitab yang bernama Rut. Rut adalah perempuan Moab yang berani meninggalkan rumah dan kampung halamannya untuk mengikut mertuanya padahal Rut punya kesempatan untuk memulai hidup baru. Rut justru mengambil putusan menjadi janda demi merawat mertuanya Naomi. Yang terjadi kemudian justru Rut bertemu Boas dan namanya masuk dalam silsilah Yesus. Atau bagaimana Ribka yang sukarela menimba air buat minum Eliezer dan unta-untanya tanpa pernah berpikiran siapa Eliezer dan apa yang dilakukannya. Ribka hanya ingin melayani. Apa yang terjadi sesudahnya?Ribka kemudian dipinang oleh Ishak, anak Abraham.

Dari kisah diatas, hanya dari tindakan kecil seperti melayani, kita tidak pernah tahu bagaimana Tuhan menyembunyikan kesempatan besar dalam hidup seseorang.

Bagi anda pria single, Carilah perempuan yang memiliki hati melayani karena sikap melayani adalah hiasan yang lebih indah daripada semua dandanan/make up.

Yoh 13:12-15 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. 

3). Tuhan ingin agar kita belajar rendah hati

Dalam perikop diatas, Yesus tidak berkhotbah tentang pentingnya melayani dan belajar rendah hati namun dia sendiri yang mencontohkannya dengan membasuh kaki para murid-Nya.

Belajar rendah hati tidak gampang berbeda dengan menjadi sombong yang begitu mudah diajarkan. Tidak ada cara yang lebih baik untuk belajar rendah hati selain melayani, karena hanya orang yang hatinya besar yang mampu melayani.

Mat 6:19-24 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." 

“To serve means to meet the ultimate purpose”

4). Memenuhi rencana Tuhan dalam hidup kita

Didalam tahun yang baru ini, sah sah saja jika anda menentukan resolusi atau apa yang ingin anda lakukan dan dapatkan di tahun baru. Namun melayani adalah menemukan tujuan terutama mengapa kita diciptakan. Kita harus belajar “to serve greater purpose than just for yourself”

Ini yang harus kita mengerti bahwa kita melayani bukan hanya untuk mengumpulkan mamon atau uang belaka. Karena kalo kita melayani dua tuan, Mamon dan Tuhan, alkitab katakana kita akan cinta yang satu dan akan benci yang lain. Melayani bukan untuk uang namun untuk memenuhi apa yang Tuhan ingin kita lakukan.

Anda mungkin berpikir dan kuatir namun di ayat 25 dikatakan "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”   

Ketika anda melayani, maka Tuhan berjanji memelihara hidup anda, anda akan bebas dari kekuatiran. Anda bisa tenang, Tuhan menjamin hidup anda.

Melayani adalah menaruh rencana Tuhan diatas semua rencana lainnya.

Apakah anda siap untuk melayani?

YOUR TIME IS RIGHT NOW

(By: Ps Jussar Badudu – Youth Pastor in JPCC)

Efesus 5 : 15-17 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 

Ayat diatas berisi nasihat Paulus untuk mempergunakan waktu yang ada karena cuma saat ini atau waktu inilah yang kita punya. Kita harus lakukan apa yang bisa kita lakukan sekarang.

Ayah ps Jussar merupakan professor bahasa Indonesia bernama Yus Badudu. Dia pernah menghadiahi anak-anaknya sebuah kamus bahasa Indonesia dan dibagian depan kamus itu dituliskan nasihat berbunyi "jangan tunda pekerjaan yang bisa kamu lakukan sekarang"
Itu adalah nasihat yang akan selalu dikenang kak Uce, karena memang cuma sekarang lah yang kita punyai, tidak ada waktu lainnya.

Bagaimana kita menghargai waktu yang kita punya?

Filipi 3: 13-14 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. 

Paulus katakan “aku melupakan apa yang dibelakangku” artinya Rasul hebat ini telah melupakan apa yang sudah terjadi. Dia meninggalkan masa lalunya sebagai penganiaya pengikut Yesus. Apa yang sudah terjadi adalah sebuah memori yang bisa menjadi penghambat dalam jalan kita ke depan atau justru menjadi penyemangat menjalani hidup.

1). Forget the past

Paulus melupakan memori bahwa dirinya telah menganiaya pengikut Yesus, dia telah memaafkan dirinya untuk apa yang sudah terjadi. Bayangkan jikalau Paulus masih mengingat kesalahannya itu dan masih berkutat pada memorinya, semua itu akan menghambatnya memenuhi tujuannya dalam pelayanan.

Yang harus kita ingat adalah bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahan kita oleh karena kasih karunianya meski selama itu kita juga masih melakukan kesalahan tetapi Tuhan telah mengampuni dan melupakan semua dosa, pelanggaran dan kesalahan yang kita perbuat. Jika Tuhan saja mengampuni dan melupakan kenapa kita tidak? Jangan terkungkung pada masa lalu.

Sekali lagi kita harus ingat bahwa Tuhan sudah mengampuni kita. Jika kita masih mengingatnya maka itu adalah kerjaan si iblis karena tugasnyalah untuk menghakimi dan melemparkan tanggung jawab kesalahan kepada kita padahal Tuhan sudah sama sekali melupakan dosa kita.

Mazmur 103: 12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. 

Paulus katakan “ Aku mengarahkan diri kepada apa yang ada dihadapanku” Saat Paulus menulis surat ini untuk jemaat di Efesus, Paulus sudah sukses dalam pelayanannya. Namun Paulus tidak mau berhenti berjuang.

2). Don’t stop fighting

Saat ini mungkin kita tengah mengalami sukses, apakah itu dalam hubungan, keberhasilan dalam pelajaran di sekolah, karir dan lain sebagainya yang harus kita rayakan. Namun semua keberhasilan itu hendaknya jangan membuat kita berhenti berjuang, jangan keblinger. Kita harus mulai mengarahkan diri pada sesuatu tujuan yang baru.

Ilustrasi : Semester 3 yang telah berlalu anda mendapatkan IPK 3,5 Anda boleh berbangga dan bersenang hati tetapi jangan keterusan karena nilai semester 3 mu tidak akan membantumu untuk mendapatkan nilai yang sama di semester 4. Di semester 4, kita tetap harus berjuang, belajar, mengerjakan tugas dan menentukan tujuan yang lebih tinggi dari sebelumnya misalnya di semester 4 IPK harus mencapai 3,7

Mengapa dikatakan bahwa hari-hari ini adalah jahat? Karena disaat yang bersamaan anugerah waktu yang kita punyai juga dipunyai oleh iblis dan terkadang dia mencuri waktu tersebut dari kita. Itu sebabnya kita harus bijaksana menggunakan waktu yang kita punya karena kekayaan abadi yang kita punya adalah waktu.

Luk 10: 38-42 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." 


Anda pasti sudah tahu bagaimana kisah Maria Marta, Marta asyik dan sibuk mempersiapkan segala sesuatunya karena mereka kedatangan tamu agung yaitu Yesus, sementara Maria memilih duduk di kaki Yesus dan mendengarkannya. Apa yang Marta lakukan itu baik, memasak dan melayani namun Marta tidak tahu bagaimana mengatur prioritas waktunya.

3). Set your priority

Marta sibuk sendiri, dia tidak mengetahui betapa berharganya waktu yang bisa dihabiskan dengan raja segala raja yaitu Yesus. Kita mungkin sama dengan Marta, kita sibuk sendiri, kita melakukan apa yang baik seperti pelayanan, les music, les nari dan yang lain sebagainya, namun yang paling penting harus dipertanyakan, “Apakah ini memang apa yang Tuhan mau?”

Sekarang saat kita menjalani tahun ini, mulailah tentukan prioritas apa yang akan anda lakukan dan mulailah dengan menempatkan Tuhan di daftar yang pertama. Kemudian lanjutkan dengan mereka yang kamu anggap penting yaitu keluarga, pacar hingga hal-hal lainnya.

Menentukan prioritas dalam hidup kita akan membantu kita untuk menggunakan waktu yang kita punya dengan baik.

Lakukan apa yang akan membuat kita mengeluarkan semua potensi hidup yang kita punya, lakukan apa yang baik dan menguntungkan bagi karakter kita.

Seringkali dalam menjalankan semua hal diatas, kita menghadapi dua musuh yaitu:
1). menyesali apa yang sudah berlalu
2). Janji akan melakukan segala sesuatunya NANTI

Hari ini kita belajar bahwa apa yang kita punyai hanya hari ini, mulailah dengan apa yang ada ditanganmu, mulai dengan apa yang Tuhan tempatkan padamu dan lakukan apa yang kamu bisa lakukan hari ini, jangan ditunda.

Lakukan hari ini dan tetaplah bermimpi. Mimpi adalah mimpi, itu sesuatu yang bisa kamu lakukan nanti namun apa yang bisa kamu lakukan sekarang ya lakukan sekarang.

Seorang perempuan muda ingin segera menikah dan membangun keluarga maka dia menjalani hidupnya biasa saja sambil menunggu waktu berlalu karena dia yakin hidupnya akan bahagia. Saat dia punya anak, dia merasakan susahnya dan dia ingin cepat-cepat anaknya dewasa, ketika anaknya dewasa dia harus kembali bekerja untuk menyisihkan biaya anaknya ke kuliah dan dia berharap agar anaknya cepat selesai dan menikah dan meninggalkan rumah namun ternyata dia masih harus bekerja 8 tahun lagi selama pension. Maka perempuan inipun menjalani masa 8 tahun tersebut hingga pension dan pindah ke rumah yang lebih kecil. Saat itulah dia dan suaminya menyadari betapa cepatnya waktu berlalu dan andai saja mereka bisa kembali ke masa muda dan menikmati hidup mereka dahulu.

Ilustrasi diatas seringkali apa yang kita lakukan. Kita menjalani hidup secara biasa saja seolah menunggu waktu dipercepat dan segera berakhir tanpa ada usaha untuk menikmatinya atau menjadikannya berharga.

Waktu ada ditangan kalian sekarang, 2012 berada di tangan kalian. Apakah anda akan melewatinya biasa saja atau justru meninggalkan pencapaian luar biasa di tahun ini. Your time is right now. 

Sabtu, 07 Januari 2012

YOUR BEST SERVE


(By : Kenny Goh – DATE Leader in JPCC)

Markus 9: 35 Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya." 

Pastor Jeffrey Rachmat pernah berkhotbah bahwa “the way up is down” Cara terbaik untuk menuju ke atas atau menjadi yang terpenting/terbaik adalah dengan bersedia menjadi yang paling bawah/ pelayan.

Ada 2 tipe orang yang melayani:
  1. Mereka yang memiliki motivasi salah atau biasanya mereka yang membutuhkan pengakuan ketika melayani.
  1. Mereka melayani karena mereka ingin melayani

Namun ada sejumlah pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita pribadi sebelum kita mulai melayani.

Yoh 13: 3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. 

  1. Kuasa/ Kekuatan (Strength)
Sebelum kita mulai melayani, kita harus mengetahui terlebih dahulu area kekuatan yang sebelumnya telah diberikan Tuhan kepada kita. Dengan mengetahui ini, akan membantu kita menentukan area pelayanan apa yang akan kita masuki.

Kekuatan yang Tuhan anugerahkan kepada kita itu bukan dimaksudkan untuk disimpan sendiri namun untuk digunakan, dunia perlu tahu tentang bakat, talenta dan kepintaran kalian. Dengan pengetahuan ini, pelayanan kita akan lebih kuat.

  1. Identitas pribadi
Dari ayat diatas,  Yesus tahu dirinya datang dari Allah Bapa. Yesus adalah seorang yang aman karena Dia tahu identitas pribadinya sebagai anak Allah.  

Setiap orang diciptakan unik dan berbeda satu dengan yang lainnya meski kita semua memiliki kekuatan atau kuasa yang sama yang datangnya dari Tuhan.

2 Kor 5: 17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 

Kita sudah ditebus, harganya sudah lunas dibayar. Kita diangkat menjadi anak Allah. Itu identitas kita sekarang.

Kita diciptakan sebagai ciptaan baru. Artinya setelah Yesus mati di kayu salib, kita hidup sebagai manusia baru. Bagi Tuhan masa lalu kita, bagian dimana kita berdosa sudah dianggap hilang. Kita sekarang adalah ciptaan yang benar-benar berbeda. Namun apakah kita tahu identitas kita didalam Tuhan?

  1. Tujuan (Destination)
Yesus mengetahui dengan pasti tujuan hidupnya akan kemana, tahukah anda kemana tujuan hidup anda?

Ambil contoh sebuah handphone, Ketika kita tidak mengerti tujuan handphone  tersebut diciptakan maka seringkali kita menyalahgunakan barang tersebut. Sama hal nya dengan kehidupan kita, jika kita tidak mengetahui jelas alasan mengenai kita diciptakan maka kita akan cenderung salah arah dan menyia-nyiakan hidup.

Ketiga pertanyaan diatas itulah yang menentukan seberapa aman diri anda. Dari pertanyaan semacam itulah anda akan menemukan alasan untuk tidak lagi mementingkan ego pribadi dan popularitas yang mungkin akan anda dapatkan. Itu adalah ciri khas utama orang yang melayani.

Yoh 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 

Kita semua dibungkus identitas sebagai anak Allah untuk bisa melayani. Kita semua diberikan kuasa yang sama untuk melayani. Namun ketika kita tidak mampu menjawab ketiga pertanyaan diatas maka mungkin sekali kita bukan melayani dari kelimpahan seperti yang Yesus inginkan tetapi justru dari kekurangan.

Yoh 13: 1-9  Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" 

 Lihatlah di ayat ke 6 : Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" 

Yesus tidak sesuai dengan pandangan Petrus. Menurut Petrus, Yesus adalah seorang raja, Mesias yang datang untuk membebaskan mereka namun kok dia justru mau membasuh kaki muridnya. Bangsa ini termasuk Petrus, dibesarkan dengan kekerasan sehingga mereka menginginkan raja yang bisa membebaskan mereka dan bertindak layaknya ksatria gagah berani.

Mat 17: 1-7 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.  Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. 
Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." 
Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!" 

Dalam Matius 17, ada sebuah cerita saat murid Yesus melihat Yesus sedang berdoa. Tiba-tiba mereka meliha Yesus bersinar terang dan kemudian muncul Musa dan Elia.

Jika ditelisik lebih lanjut, Kehadiran Musa mewakili hukum Taurat sementara Elia mewakili para nabi. Kedua hal inilah yang dipegang erat oleh bangsa Israel.

Petrus kemudian datang dan menawarkan untuk membangun kemah namun tiba-tiba terdengar suara dari langit. Tuhan sendiri yang turun tangan dengan suara itu, mengapa? Karena Petrus menyamakan posisi Yesus dengan Elia dan Musa. Namun lihat apa yang Yesus lakukan, Dia kemudian datang dan menyentuh kita bahkan mengatakan agar kita tidak perlu takut.

Bayangkan, Yesus dengan segala yang dipunyai itu justru memilih untuk datang pada kita, Dia memilih untuk melayani dan membasuh kaki Petrus.

Kuasa diberikan adalah bertujuan untuk melayani. Siapapun pemegang kuasanya, dia tidak akan puas sampai kuasa tersebut dipakai untuk kepentingan orang lain.

Efesus 1: 15-16 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,

Ibrani 12: 2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Yesus bersukacita dalam rencana penyelamatan kita, Dia tidak puas kalo tidak melakukan itu karena kuasa-Nya memang dikhususkan untuk itu. Jika anda sudah melayani namun masih merasa hidup anda hampa itu berarti anda belum merasakan ‘pleasure in serving’ Jika ada sukacita, maka akan bahagia sekali melihat apa yang kita lakukan berguna bagi orang lain.

Yoh 13: 14-15 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. 

Dari ayat diatas, Yesus tidak meminta kita untuk membayar kembali (pay back) pada-Nya namun Yesus meminta kita untuk melayani orang lain (pay it forward) Kita harus memahami bahwa melayani bukan berarti membayar kembali Yesus karena kita tidak mungkin bisa karena harganya mahal sekali karena setara dengan darah Yesus.

Yoh 13: 4-5  Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. 

Yesus mengenakan ikat pinggang dari kain lenan. Ikat pinggang berarti kebenaran. Yesus datang membasuh kita dengan kebenaran. Yesus membasuh kaki kita (berarti perjalanan hidup) dengan air yang berarti firman Tuhan. Tuhan membersihkan seluruh perjalanan hidup kita dengan firman-Nya dan kebenaran.

Ikat pinggang dalam bahasa aslinya berarti gidle yang berarti berpakaian seperti hamba. Yesus melayani kita sebagai hamba/pelayan.
Wahyu 1: 13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. 

Saat akhir ikat pinggang dari kain lenan itu akan berubah bukan lagi dari kain namun dari emas. Artinya bahwa selama-lamanya Yesus akan selalu diingat sebagai hamba, meski kedudukannya adalah seorang raja.

Dari perikop Yoh 13, kita belajar bahwa kita tidak akan bisa melayani sebelum terlebih dulu mengijinkan Tuhan melayani kita dan membasuh kaki kita.