Minggu, 02 Maret 2014

GOD USE ALL THINGS By Ps Paul Scanlon

GOD CAN USE ALL THING - Paul Scanlon

roma 8:28 (authorized bible) "That’s why we can be so sure that every detail in our lives of love for God is worked into something good"

Ayat 31 "What shall we then say to these things? If God be for us, who can be against us?"

Ayat 35 "Who shall separate us from the love of Christ? shall tribulation, or distress, or persecution, or famine, or nakedness, or peril, or sword?"

every detail means all things artinya segala hal. Tuhan menggunakan segala sesuatu untuk memberkati kehidupan kita.

Ketika bicara 'all things', Paulus yang menuliskan ayat ini, hidupnya tidak mudah. Paulus bicara juga tentang penindasan, kesesakan, malam-malam dimana dia tidak bisa tidur, kelaparan dan kapal karam. Jadi dia tidak hanya bicara soal 'segala sesuatu yang mendatangkan kesenangan' semata tapi juga ketika hal buruk terjadi. Tuhan bisa menggunakan segala sesuatu dalam kehidupan kita untuk menjadi berkat. 

Tapi apa yang bikin Paulus kuat menghadapi segala cobaan yang ada, bagaimana dia bisa tetap bertahan. Ini adalah 3 hal yang Membuat Paulus tetap kuat :

1. Sovereign - Paulus tahu Tuhan nya Maha Kuasa
Kemaha kuasaan Tuhan tidak tergantung pada siapapun, atau apapun juga. Tuhan mengendalikan semua. Tuhan tidak tergantung dengan apapun karena kekuasaannya tidak terbatas.

2. omnition - Tuhan Maha Tahu
sulit dimengerti, tetapi mudah dirasa. Tuhan memiliki pengetahuan yang sempurna. Tuhan selalu mengetahui apa yang dia lakukan, tidak ada yang bikin dia terkejut dan tidak bisa menjawab. Kemaha Tahuan-Nya membuatnya tidak akan pernah kecewa pada kita. 

Kekecewaan adalah jarak antara harapan (sesuatu yang kita inginkan) dengan kenyataan yang terjadi. Karena Dia mengetahui semuanya, Dia tidak akan pernah dikecewakan.

3.Bad things happen to good people all the times
Satu hal yang harus dipahami oleh orang kristen bahwa menjadi kristen bukan berarti imunitas/ bebas terhadap masalah. Masalah akan selalu ada, itu artinya kita amsih hidupmdan bernafas. Masalah hilang ketika kita sudah mati.

Karena mengerti akan hal tersebut, maka Paulus tidak goyah imannya. Biasanya ketika masalah terjadi pada orang yang baik, kita selalu bertanya kenapa dan mengapa, trus kemudian mulai mencari-cari alasan sama seperti teman-teman Ayub.

Kita harus memahami bahwa Apa yang ada di benak Tuhan bukanlah kenapa atau mengapa terjadi, atau justru apa yang terjadi namun justru yang Tuhan pikirkan adalah apa yang terjadi setelahnya. Disaat ada masalah datang, selalu ada kasih, mujizat, penghiburan.

We need to understand that sometimes things doesnt work out, sometimes they do.

Dalam alkitab, tidak dikatakan Tuhan hanya membuat segala yang baik aja, tetapi Tuhan bilang 'all things" artinya semuanya digunakan untuk kepentingannya. Tidak ada yang sia-sia dalam kacamatanya Tuhan. Sayangnya kita cenderung tidak mengerti maksud baiknya Tuhan.

Hari ini Tuhan cuma mau katakan bahwa Dia gunakan 'everything you know or even you dont know to bless you' . Dia gunakan temen, musuh, bahkan semua hal yang tidak masuk akal, Tuhan juga akan gunakan masa kini, atau masa lalumu.. 

Tuhan will use anyone, anything, anytime.

God doesn't need people approval to use them, it is preferable kalo kita setuju tetapi Tuhan tetap bisa melakukannya tanpa persetujuan kita.

Don't tell that God can't help you until something is fix. Tuhan bisa membuat ikan besar menelan seorang nabi, Dia bisa bikin singa bersikap baik didepan Daniel dan teman-temannya.

ilustrasi : gagak mengantarkan daging ke Elia padahal gagak pemakan daging, ikan besar tidak makan Yunus, padahal dia juga makan daging. Tuhan bisa nyalakan api tapi tidak memake bahan bakar, semak belukar di musa yang tidak terbakar.

Kita harus belajar menerima hidup kita apa adanya. Kita harus percaya penuh pada Tuhan, dengan kemahakuasaan, kemahatauan-Nya, Dia bisa membawa berkat dalam apapun yang terjadi dalam kehidupan kita.

All your acception and your rejection semua bisa dipake sama Tuhan bahkan the triumph and tragedy bisa digunakan Tuhan.
ilustrasi : Tuhan itu seperti konduktor yang memimpin orkestra, Dia bisa gunakan alat apapun, dengan kondisi apapun untuk membuat musik yang indah.

Banyak orang yang bilang mau datang ke gereja jika hidup mereka sudah benar tapi tanpa kalian tahu, hidupmu yang berantakan pun bisa digunakan Tuhan.

Remember, God use all thing to bring you blessing

Rabu, 13 Maret 2013

PEACE IN THE STORM

(JPCC Seminar with Dr. Robi Sonderegger - Chief Executive of Family Challenge - Clinical Psychology)

Strategi musuh itu seringkali memecah belah sehingga kemudian bisa menaklukkan kita. Ambil contoh, singa buas di hutan belantara yang sedang mencari mangsa akan membuat mereka ketakutan dan lari berpencar-pencar sebelum memangsa hewan yang terpisah dari rombongannya.

Kita harus tau bahwa mangsa memangsa, masalah itu terjadi setiap saat, sama seperti singa berusaha memangsa hewan lainnya. Kita juga harus tahu bahwa pergumulan kita bukanlah melawan darah dan daging namun penguasa-penguasa di udara. Penguasa di udara atau dengan kata lain sesuatu yang tidak kasat mata, sesuatu yang letaknya di pikiran kita.

Roma 12:2 "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna"

Ayat diatas merupakan peringatan kepada kita. Namun meskipun sudah diperingatkan tetap saja kita lebih memilih jalan keluar terlebih dahulu daripada memperbaharui pikiran kita. Inilah langkah awal iblis mengambil alih pikiran kita.
Ilustrasi : Seringkali ketika kita punya masalah, kita datang kepada pendeta dan minta didoakan dan kemudian masalah seakan hilang. Namun ketika kembali lagi ke rumah, masalah datang beruntun seperti berantem dengan istri, masalah ekonomi dan lain sebagainya membuat kita kembali terpuruk lagi hingga akhirnya balik ke kondisi awal sebelum didoakan.

"In order to maintain transformation, we need to renew our mind"

Faktanya adalah : "Storm do come in our life but there's a choice to not get wait by the rain"
Kita bisa ngomel sama Tuhan atau justru menggunakan payung dan belajar mensyukuri keadaan yang ada.

Dari mulut keluar kelimpahan. Semua kata-kata yang kita keluarkan mempunyai kuasa, apa yang keluar dari mulut kita bisa mengubah pikiran kita.

Amsal 23:7 dalam terjemahan NKJV "For as he thinks in his heart, so is he" 

Tahukah anda bahwa hati memiliki 10-40 juta sel syaraf yang langsung berhubungan dengan otak? Otak berbagi sel syaraf dengan hati dan jantung namun keduanya memiliki 2 denyut yang berbeda. Tidak hanya itu, otak dan hati saling bertukar jaringan syaraf atau memori satu sama lain.
ilustrasi: Seorang penerima donor jantung mendadak jatuh cinta pada istri donor jantungnya. Mereka kemudian menikah namun setelah 10 tahun, orang tersebut bunuh diri dengan cara yang sama di hari yang sama dengan kematian suami sebelumnya. Cerita lainnya adalah ketika penerima donor hati bisa mengenali pembunuh perempuan yang hatinya didonorkan.

Motivator jaman sekarang menyatakan kalo kita mulai berpikir dan memperkatakan segala hal yang positif maka segala sesuatu akan berlangsung seperti yang kita mau, tidak sama sekali tidak. Karena masalah utamanya adalah dimana hati kita berada itulah yang menentukan apa yang keluar.

Seringkali tanpa kita sadari, kita menyerahkan tanggung jawab pada keberadaan kita atau faktor genetik kita "Yah saya memang dilahirkan begini" atau "secara gen, saya sudah seperti ini" padahal semua itu bisa kita rubah.
contoh : Alkohol, gay bukan masalah genetika, itu semua bisa dirubah kalo kalian mau.

"You can change it, if you want to change"

Coba bayangkan otak kita sebagai mobil. Jika ada kabel rem yang rusak maka itu bukan kesalahan mobil, itu merupakan tanggung jawab pengemudi. Mereka bisa banting stir atau melakukan apapun untuk menghentikan mobil sebelum menabrak.

Ini yang perlu anda ketahui, saat badai itu menghantam hidup anda, YOU ALWAYS HAVE A CHOICE and YOU CAN DO SOMETHING ABOUT IT.

Kita tidak bisa mengontrol apa yang terjadi dalam hidup kita, tapi kita bisa memilih bagaimana cara kita meresponinya. Ingat, bagaimana kita merespon masalah dalam kehidupan kita juga bisa merembet pada kondisi kesehatan kita.

Markus 4: 35-41
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Dari ayat diatas, ada sejumlah hal yang bisa kita pelajari tentang mengalahkan badai ala Yesus.

1. Kita harus tahu bahwa badai mulai terjadi ketika memutuskan untuk melangkah dalam panggilan Tuhan. 
Sama seperti ayat 35 ketika Yesus mengajak muridnya untuk ke seberang. Kalo mereka tidak ke sebrang kan ga ada badai karena mereka tetap di daratan.
Badai terjadi justru pada saat kita mulai meresponi rencana besar Tuhan dalam kehidupan kita.

2. Banyak dari kita yang tidak menyadari bagaimana badai dalam kehidupan kita bisa selesai dan bahwa ada tangan Tuhan yang turut bekerja.
Dalam ayat 36 dikatakan ada perahu-perahu lain yang mengikuti Yesus. Artinya Yesus tidak sendirian. Badai yang datang tidak hanya mempengaruhi perahu Yesus tapi juga perahu lain yang berada di laut saat itu. 
Orang-orang yang berada di perahu lainnya tidak tahu apa yang tengah terjadi di perahu Yesus. Mereka juga ketakutan menghadapi badai tapi mereka kemudian gembira ketika badai itu selesai dalam sekejap.

3. Wajar dalam hidup naik turun, semua ada masanya.
Ketika badai datang, dikatakan badai itu mengombang-ambingkan perahu sementara Yesus tidur di buritan yang adalah bagian belakang perahu. Kapal yang diombang- ambingkan pasti akan naik dan turun, dan itu biasa di lautan, sama halnya naik turun itu biasa di kehidupan.

4. Jangan fokus pada masalahnya tapi lihat pada Yesusnya.
Yesus tidur di buritan, nah logikanya kalo badainya hebat, air pasti akan masuk ke dalam perahu dan membasahi Yesus yang mungkin akan langsung terbangun karena dingin. Tapi tidak, Yesus tetap tidur, jadi kemungkinan badainya tidak sehebat itu, tapi murid-murid sudah ketakutan parah.

Mata murid-murid-Nya tertuju pada ombak bukan pada Yesus yang ada di kapal itu. Mereka terlalu fokus pada masalahnya tanpa melihat pada solusinya. Bahkan mereka langsung mengambil keputusan dan berkata "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" atau dalam terjemahan lain dikatakan "Yesus kita akan mati" ( Apa yang dikatakan para murid ini sesuai dengan apa yang keluar dari hati mereka) 

Kalau saja mereka melihat Yesus dan apa yang bisa dilakukan-Nya pasti mereka tidak akan ketakutan lagi.

5. Yesus mengatasai apa yang tidak kelihatan baru apa yang kelihatan
Dikatakan di ayat 39 "Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu " Yesus tidak langsung marah atau menghardik ombak namun dia menghardik angin yang membuat ombak bergelora.
Mata kita cenderung fokus pada ombaknya bukan pada angin yang melatar belakangi ombak itu terjadi.

6. You need PEACE to face the storm
Dalam terjemahan NKJV dikatakan "Then He arose and rebuked the wind, and said to the sea, “Peace, be still!” And the wind ceased and there was a great calm" 
Yesus gunakan kata "Damai" sebelum Dia mulai menghardik angin. Kata DAMAI itulah kunci dalam menghadapi badai kehidupan.

Dalam Yohanes 14:27 Yesus katakan "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu"

Tuhan menganugerahkan kepada kita Damai sejahtera-Nya.

Roma 12:2 "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." 

Kita selalu memusatkan pada pembaharuan budi dan pikiran namun kita seringkali melupakan kalimat sebelumnya "jangan menjadi serupa dengan dunia ini" artinya jangan jadi sama seperti dunia dengan melakukan apa yang mereka lakukan, tapi lakukan sesuai apa yang Yesus lakukan.

Filipi 4:4: "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!"

Filipi 4:6: "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur"

Filipi 4:8 "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu"

Tuhan tidak bilang Dia akan melakukan semua hal, tetapi Dia katakan agar kita memelihara pikiran kita tertuju pada-Nya maka Damai sejahtera Tuhan akan memelihara kita.

"Everything Happen for a reason" Apapun yang Tuhan lakukan itu untuk kebaikan kita sesuai dengan waktu-Nya Tuhan. Dengan kata lain, Tuhan berusaha katakan "Mungkin kau tidak tahu kenapa badai datang dalam kehidupanmu, but will you trust ME??" Tuhan sedang meminta kita untuk percaya pada-Nya dalam setiap musim kehidupan kita.

7. Tanyakan pertanyaan ini pada diri anda, Apakah anda mengenal Yesus?
Karena itu yang para murid lakukan di akhir perikop ini. Disitu dikatakan Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Saat Yesus bilang "Iman kalian kecil" seringkali kita berpikir kita kurang percaya kalo kita bisa mengalahkan badai sehebat apapun, anda salah. Yesus mengatakan iman mereka kecil kepada-Nya atau dengan kata lain para murid tidak begitu mengenal Yesus dan percaya penuh kepada-Nya.

Damai yang Yesus berikan bukan hanya damai yang bisa mendiamkan badai namun Damainya Yesus adalah damai yang bisa membuat kita tidur nyenyak di buritan bersama Yesus saat badai datang. 

Saat badai datang, sama seperti singa yang memisahkan buruannya dari rombongan hewan lain, saat itulah musuh mencoba mengambil identitas kita. Yang paling penting adalah identitas kita didalam Tuhan, kita tahu dengan jelas siapa kita di mata Tuhan.
ilustrasi: Dr. Robi bercerita mengenai pengalamannya melatih ski pangeran Harry di Swiss. Saat paparazzi datang, Pangeran Harry yang baru berusia 8 tahun maju dan bilang kalo dia membutuhkan tempat luas untuk bermain ski, maka puluhan pasukan khusus yang mengawalnya langsung menjaga ketat dan meminta paparazzi mundur. Pangeran Harry baru berusia 8 tahun tapi dia tahu dengan tepat identitasnya dan siapa dia, tanpa perlu menaikkan suara semua orang tunduk di hadapannya.

Saat badai datang, kita cenderung stress dan frustasi kemudian secara tidak sadar kita memisahkan diri dan menutup diri, kita mulai kehilangan identitas siapa kita di mata Tuhan. Itu yang berbahaya, karena saat itulah iblis masuk.

"When you know who you are, you know whose you are, you know who you represented.. comes along with that, there's power and authority"

Ketika kita tahu siapa kita di mata Tuhan, kita tahu kita milik siapa, Kita tahu siapa yang ada dalam perahu kita, maka kita tidak akan panik. Kita akan bisa menuju ke buritan dan tidur di sebelah Yesus, as simple as that.

Saat badai datang dalam kehidupan kalian, saat kalian tahu Yesus ada, Yesus menyertai kita, kita bisa tidur di buritan dengan damai sejahtera-Nya.

Kamis, 31 Januari 2013

COMMITMENT

(By : Ps Jeffrey Rachmat - Senior Pastor of JPCC)

Kita bisa ada didekat Yesus tapi tidak pernah mendapatkan mujizat. Coba lihat perempuan yang sakit pendarahan yang sembuh setelah menjamah jubah Yesus. Apa yang membedakannya dengan orang lain di sekitar Yesus? Iman. Iman yang membuat perbedaan diantara keduanya. Kita bisa dekat disekitar Yesus namun tanpa Iman semua tidak akan ada artinya.

Mazmur 37:5 (BIS) "Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan, berharaplah kepada-Nya, Ia akan menolongmu" atau dalam terjemahan Inggrisnya "Commit your way to the Lord, Trust also in Him, and He shall bring it to pass"

"commit everything you do in life"

Dalam kamus bahasa Indonesia, komitmen berarti mengikatkan atau melekatkan. Salah satu bentuk adalah pernikahan. Komitmen itu harusnya seperti lem dan amplop, keduanya tidak bisa dipisahkan.

Ketika kita memiliki komitmen, maka kita juga memiliki tekad untuk mempertahankan komitmen tersebut. Jika tidak bisa, jangan berkomitmen karena komitmen membutuhkan pengorbanan.
Ilustrasi : Ayam mengeluarkan telur adalah kontribusi, karena tidak perlu ada pengorbanan, namun babi berkomitmen ketika berubah menjadi bacon, karena ada nyawa babi yang harus dikorbankan.

"Your Commitment should be bigger than your feeling"

Komitmen kita harusnya lebih besar dari perasaan kita. Jangan memakai perasaan anda, karena perasaan bisa mengelabui. Seringkali perasaan bisa hilang dalam pernikahan saat itulah dibutuhkan komitmen yang kuat untuk mengalahkan perasaan itu.

Misalnya saja pemain dalam timnas Belanda saling berseteru, bahkan saling tidak bertegur sapa, namun semua berbeda ketika di lapangan berusaha mengalahkan tim lainnya. Itu namanya komitmen.

Bayangkan Yesus dicerca dihina di atas kayu salib, namun Dia tetap menjalani semua itu. Di malam perjamuan terakhir, Yesus membasuh kaki para murid untuk menunjukkan hidup harus melayani. Okelah kalau untuk murid lainnya, namun bagaimana perasaan Yesus saat harus mencuci kaki orang yang akan mengkhianatinya? Namun Yesus memilih mengesampingkan perasaan-Nya dan terus berkomitmen pada tujuan menyelamatkan kita.

Orang yang punya potensi namun terlalu mengedepankan perasaannya tidak akan meraih mimpinya serta tidak akan bisa sukses. Dibutuhkan sekadar perasaan, dibutuhkan komitmen kuat untuk bisa sukses.

Komitmen artinya menyingkirkan perasaan kita meski terkadang kita sedikit diomongin, dijatuhkan dan lain sebagainya. 
ilustrasi : untuk membuat tato dibutuhkan komitmen, bayangkan saja kalau ditengah jalan mengeluh sakit dan berhenti ditato, maka gambarnya  tidak akan jadi. 

Orang yang berkomitmen adalah orang yang menyelesaikan pekerjaan, dan setia pada tujuannya.

2 Tim 4:5-7 "Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! Mengenai diriku, darahkunsudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan akuntelah memelihara iman"

Jangan berhenti meski dalam perjalanan kita harus menderita, kuasailah dirimu karena akan ada saat-saat dimana perasaanmu terluka. Di ayat ke-7, Paulus katakan bahwa dia telah menjaga komitmennya hingga akhir.

Pelajaran pertama memegang komitmen adalah belajar memegang janji.
Ilustrasi : Jangan hanya terpesona pada penampilan luar seorang lelaki, namun perhatikan juga perkataannya, karena apa yang keluar meluap dari hatinya. Perhatikan juga ketika dia menepati janji, kalo hanya janji kecil tidak bisa ditepati maka tidak akan bisa menepati janji besar juga.

Tingkat komitmen seseorang menunjukkan tingkat kedewasaan orang tersebut. Itu sebabnya pernikahan bukan buat anak kecil.
Ilustrasi : di belanda, orang cenderung malas menikah dan memilih kumpul kebo, mereka berkata buat apa menikah. Bagi mereka, pernikahan hanya selembar kertas, namun sebenarnya alasan mereka tidak mau menandatangani surat nikah karena mereka takut untuk berkomitmen. Karena mereka tau, dalam pernikahan tidak ada exit door. 

Komitmen mendatangkan ketenangan
ilustrasi : komitmen ayah ibu dalam menciptakan keluarga akan membuat anaknya tenang. Istri selalu khawatir ketika suaminya tidak pulang cepat karena sang istri tidak melihat suaminya berkomitmen.

Komitmen mengundang kepercayaan untuk masuk. 
Lihat saja Petrus. Petrus memiliki komitmen yang lebih jika dibandingkan murid lainnya meski terkadang terlalu percaya diri. Buktinya, Petrus mengikuti Yesus dari jauh saat Yesus ditangkap, meski kemudian akhirnya dia menyangkal Yesus. Petrus jugalah yangnlari mendapatkan Yesus ketika Dia dibangkitkan. Karena komitmen itulah, Yesus meminta Petrus menggembalakan domba-Nya.

Mazmur 105:6 (new living translation) "You children of His servant Abraham, you descendants of Jacob, his chosen one" atau dalam terjemahan BIS "Hai keturunan Abraham, hamba-Nya, dan keturunan Yakub, orang pilihannya"

Kita bisa tenang karena Tuhan tidak pernah lupa akan komitmen dan janji-nya. Komitmen Tuhan pada kita sudah jelas, pertanyaannya adalah bagaimana komitmen kita pada Tuhan?

Mazmur 62:6-7 "Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah"

Gunung batu itu solid dan kokoh. Kita bisa jadi kokoh dan solid karena komitmennya jelas. Orang yang punya komitmen adalah mereka yang kokoh dan tidak bisa digoyahkan karena mengetahui tujuannya.

Kita bisa memiliki potensi hebat, tetapi sampai kita mau berkomitmen pada tujuan kita diciptakan, kita tidak akan bisa menjadi hebat. Menolak berkomitmen sama dengan menolak tumbuh dewasa.

Marilah kita memulai berkomitmen untuk hidup kudus dan menikmati kesuksesan, karena komitmen adalah keputusan kita pribadi. Keputusan yang akan menentukan arah masa depan kita.

THE POWER OF DREAM

by: Gilbert Thera

2 Petrus 1:4 " (BIS) Dengan cara itulah Allah menganugerahkan kepada kita berkat-berkat yang sangat luar biasa dan berharga yang sudah dijanjikan-Nya. Dengan berkat-berkat itu kalian dapat terlepas dari keinginan-keinginan jahat yang merusak di dunia ini, dan kalian menerima sifat Ilahi.

Janji seseorang itu sebaik karakter orang tersebut, misalkan kalo saya terkenal tukang bohong maka janji saya tidak akan dipercaya orang lain. Pertama kali, kita harus mengenal seseorang sebelum mulai mempercayai orang tersebut.

Tuhan adalah karakter sempurna yang tiada bercacat cela. Dia berjanji bahwa kita akan diluputkan dari semua hal buruk yang terjadi di dunia. Janji itu memberikan visi dan harapan. Tuhan berjanji maka dengan itu kita punya harapan baru.

Ibrani 11:1 "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" 

Kalau kita tidak mengharapkan sesuatu dan memiliki visi, iman tidak ada artinya. Jika kita tidak punya keberanian buat bermimpi dan merubah generasi maka tidak perlu ada iman.

Kenapa bermimpi penting? karena harapan mengaktifkan iman dan itulah yang akhirnya mengubah kita. Jika tidak ada visi, maka umat Allah akan hancur. Dalam bahasa latin dikatakan 'Parish' artinya kembali ke situasi dimana Tuhan menemukan kita. 

Pada saat kita tidak memiliki visi, kita juga tidak akan memiliki tujuan, maka kita tidak akan bergerak maju, kita hanya akan berdiri diam.
Lihat saja tanaman yang tidak pernah disiram ataupun dirawat, akan berubah kering atau mati, atau bahkan berubah jadi hutan yang kehilangan keindahannya.

Kita coba lihat cerita Paulus dan Silas yang dipenjara dalam Kisah Para Rasul 16, kaki dan tangan mereka terikat namun justru dalam kondisi tersebut mereka menyanyikan pujian dan penyembahan kepada Tuhan.

"someone promises as good as someone character"

Praise atau penyembahan dalam bahasa Yunani 'Hemneo'  atau himne yang menyanyikan tentang kebesaran Tuhan, seperti yang dituliskan Daud dalam Mazmur 113-118 maupun Mazmur 136. 

Paulus dan Silas tahu Tuhan tidak akan berubah. Didalam penjara, mereka tidak mengeluh namun justru menyanyikan kehebatan Tuhan karena itu mereka terima visi dan tujuan yang jelas. Ketika visi dan tujuannya jelas, maka akan ada terobosan besar.

Setiap kali membaca ayat ini, saya berpikir ayat ini bicara soal terobosan yang terjadi pada Paulus dan Silas namun ternyata bukan. Paulus dan Silas adalah orang percaya, terobosan terjadi justru pada orang lain yang melihat dan mendengarkan mereka.

Terkadang Tuhan membawa kita masuk ke dalam situasi dimana kita justru yang membuat terobosan untuk orang-orang disekitar kita. Biarkan mereka lihat terobosan itu, dan bertindak sendiri untuk menyingkapinya.

Saya sadar bahwa Paulus dan Silas juga dipenjara untuk penjaga itu, Dia 
melihat kasih karunia, bertindak hingga akhirnya seluruh keluarganya diselamatkan. Terkadang rencana Tuhan terlalu besar dan kita cuma bisa melihat ujungnya saja.

Kalau saja kita bisa tahu apa yang Tuhan siapkan dalam kehidupan kita maka kita justru terkadang akan jadi sombong, yang bisa mempengaruhi keseluruhan kita. 

Amsal 18:12 (BIS) "Orang yang angkuh akan jatuh, orang yang rendah hati akan dihormati"

Kerendahan hati mendahului hormat. Karakter kita adalah pondasi, kehormatan yang kita terima seperti bangunan. Setinggi apa bangunan tersebut, tergantung dari pondasinya. Apa yang tampak dipermukaan baik, belum tentu dalamnya juga baik. 'If you want to go higher, you have to go deeper' Itu juga alasan mengapa Tuhan tidak langsung menunjukkan kepada kita rencana-Nya, namun Dia justru bawa kita dari satu musim ke musim lainnya agar karakter kita bisa bertumbuh.

Gilbert mengaku seringkali lupa dimana menaruh kacamatanya, padahal kacamata itu dia letakkan di kantong, dekat dengan hatinya..Hal tersebut sama seperti orang kristen melihat janji Tuhan. Janji Tuhan itu dekat di hati kita, namun kita justru bingung mencarinya.

Kita harus belajar melihat situasi kita lewat janji Tuhan. Mungkin situasinya tidak berubah namun justru penglihatan kita memandang situasi tersebut yang berubah. Kita bisa melihat situasi tersebut dengan berbeda.

Hal yang sama dirasakan Paulus dan Silas. Situasi seburuk apapun, mereka bisa melihat lebih dari sekadar apa yang terjadi karena mereka percaya pada janji Tuhan. 

Ketika kita mulai melihat situasi dengan janji Tuhan, mungkin bukan situasinya yang berubah namun orang-orang disekitarmu lah yang akan berubah. Jangan batasi apa yang bisa Tuhan lakukan dalam hidupmu.

Janji Tuhan hanya akan bekerja jika kita melihatnya, mempercayai-Nya dan melakukannya. Terkadang alasan Tuhan menempatkanmu dalam situasi ini sederhana, Tuhan ingin mengubahmu dan orang-orang disekitarmu.

Jadi tetaplah bermimpi dan coba melihat apa ang terjadi dalam hidupmu dengan kacamata Tuhan...Happy dreaming!!!!

LET'S START

Hi all...

Setahun terakhir saya bisa dibilang berhenti menulis khotbah, semua dimulai dari insiden hilangnya laptop kemudian diikuti banyak hal serta perubahan yang terjadi dalam kehidupan saya. 

Saya pikir hanya saya yang diberkati ketika menuliskan catatan khotbah ini, saya sama sekali tidak tahu banyak jiwa yang juga turutndisentuh dari setiap rangkaian khotbah yang saya tulis ulang.

Saya minta maaf telah menghalangi berkat anda untuk menerima firman Tuhan, saya berjanji pada diri saya sendiri untuk mulai kembali menulis. Hal yang paling berat dilakukan adalah berjanji pada diri sendiri, karena musuh terbesar saya adalah kemalasan.

Saya akan mencoba menulis satu demi satu khotbah yang anda lewatkan selama setahun ini, jadi mohon bersabar yah..

Terimakasih untuk email dan kata-kata yang mendukung saya kembali menulis, kalian sungguh sangat memberkati saya....

Let's start!!!!

Senin, 21 Mei 2012

HIDUP BENAR = BENAR-BENAR HIDUP

(By : RYan Jauwena - DATE Leader in JPCC)

Pada tahun 2006, saat Ryan tinggal di Batam, seorang drummer di sebuah gereja dibilang tidak kudus hanya karena dia merokok, hingga akhirnya drummer tersebut memilih meninggalkan gereja tersebut.

Kekudusan adalah topik yang jarang dibicarakan dalam gereja, karena dengan kekudusan terkadang gereja justru menggunakannya untuk memberi batasan dan akhirnya menjauhkan orang tersebut dari gereja.

Ibrani 10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus

Kita sudah dikuduskan oleh darah Yesus dikayu salib. Dikuduskan untuk satu kali, jika kemudian kita kotor maka Tuhan yang akan membersihkan kotoran tersebut tanpa ada penghakiman.

Kekudusan membawa perkenanan dihadapan Tuhan.

Banyak yang bilang hidup kudus hari gini susah, banyak yg harus dilawan, dan godaan nya besar.Perhatikan apa yang Mae West katakan "we only live once, but if we do it right, once is enough"

roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 

Yang kuduslah yang berkenan di hadapan Tuhan. Jika kita mengklaim kuasa Tuhan dalam kehidupan kita maka Tuhan juga akan mengklaim tubuh kita. Setiap orang melihat apa yang tubuh kita lakukan, kalau kelakuan kita jahat maka cukup susah mempercayai kalau kita punya hati yang baik. Kita tidak bisa tutupi apa yang orang lain nilai dari luar.

Tuhan mempersiapkan kita untuk sebuah tujuan yang besar, karena itulah Dia membutuhkan alat yang kudus.

Roma 6:22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 

Setelah kita diberi kemerdekaan dari dosa, Tuhan kemudian memberikan kekudusan kepada kita yang ujungnya adalah hidup yang kekal.

Kadangkala kita berpikir jika hidup atau kelakuan jelek, tidak apa-apa toh Tuhan masih akan bekerja dalam kehidupan kita. Pendapat itu memang benar, namun tidaklah harus seperti itu. Karena kelakuan kita atau cara hidup kita yang buruk akan mencampurkan rencana Tuhan yang besar dan hal baik yang Tuhan siapkan bagi kita.

Dalam 2 Samuel 6 :2-15 Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim. Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu. Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu. 
Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap. 
Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu. Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang. 
Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada TUHAN, lalu katanya: "Bagaimana tabut TUHAN itu dapat sampai kepadaku?" Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu. 
Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala. 

Di masa perjanjian lama, Tabut Perjanjian yang berisi 2 loh batu, dan tongkat harun itu merupakan lambang kehadiran Tuhan. Bukti perkenanan dan berkat Tuhan ada di tabut itu. Obed-edom yang dititipin tabut itu aja diberkati luar biasa. 

Di masa perjanjian baru, tubuh kita adalah bait Allah, tempat dimana Tuhan tinggal. Tuhan ada didalam kita. Kita tidak perlu lagi menunggu apapun, kita harusnya bersinar karena kita adalah tabut perjanjian masa kini. Semua berkat dan perkenanan Tuhan ada didalam diri kita.

Ingatlah ini, bahwa kita dikuduskan dan Tuhan hidup didalam kita. Kita bisa melakukan apapun dengan perkenanan Tuhan.

Saat Yesus menyucikan bait Allah (dalam Matius 21:12-17)  Bait Allah itu kudus apa adanya, kalaupun kotor hanya perlu dibersihkan. Hal itu sama seperti kita. Kita sudah dikuduskan satu kali dengan darah Yesus, jika kita kembali kotor karena berbuat dosa, maka yang perlu kita lakukan adalah kembali kepada Tuhan dan minta dibersihkan.

Kita kudus karena Tuhan kudus.

HIPOKRIT

(By : Jeffrey Rachmat - Senior Pastor in JPCC)

Kekudusan ditaruh Tuhan karena Dia lebih mengetahui siapa kita daripada orang lain.

"You are at your very best when you are pure and holy"

Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Itu sebabnya Tuhan kasih perintah dan larangan, bukan akrena Tuhan tidak mau kita have fun tetapi karena Tuhan ingin melindungi kita. Tubuh kita adalah "God Zone" zona-Nya Tuhan dimana Tuhan berada didalam-Nya dan berbicara kepada kita.

Ilustrasi: keran di hotel berbintang lima mengeluarkan air yang kotor. Sumber airnya bersih tapi pipa salurannya kotor maka yang keluar juga akan kotor.

Dalam Kamus, korupsi artinya sesuatu yang menghalangi tercapainya sesuatu yang baik atau maksimal. Dosa membuat kita menjadi terkorupsi dan tercemar. Tuhan sangat tidak ingin kita dalam kondisi tercemar.

Holy means to have no hidden agenda artinya kudus atau suci berarti tidak punya maksud tersembunyi. jika kita ke restoran, ada dua pilihan minuman jeruk, yang satu es jeruk, yang satu es jeruk murni yang biasanya harganya lebih mahal. Kenapa mahal? karena es jeruk murni artinya tanpa campuran sama sekali.

God has no hidden agenda. Tuhan itu kudus dan murni. Dia tidak punya maksud tersembunyi. Jika Dia menyembuhkan seseorang, dan orang tersebut tidak percaya kepada-nya maka ya sudah, Tuhan tidak pernah mengambil kesehatannya kembali.

Salah satu musuh kekudusan adalah munafik/ hipokrit. Dari luar keliatannya baik tapi didalamnya kotor dan tidak murni.

Dalam alkitab, Yesus seringkali menyatakan ketidaksetujuannya dan marah dengan orang yang munafik.

Matius 23:23-28 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

Orang munafik cepat melihat kesalahan kecil yang dilakaukan orang lain tetapi kesalahan besar yang dilakukannya sendiri, dia malah tidak sadar. Lucunya orang munafik suka mengoreksi orang lain, dan berpikiran jika orang lain juga munafik kaya mereka.

Kita semua tanpa Tuhan adalah munafik, sebab kita lahir dalam keadaan dosa. Kita perlu bertobat artinya kita perlu merubah cara berpikir, dengan melakukan itu artinya kita punya roh kudus yang tugasnya ngingetin kita.
Untuk bisa menjadi murni maka yang harus dibersihkan adalah hati dan pikiran terlebih dahulu bukan malah berusaha menutupinya.
Ilustrasi: totok alis ataupun suntik sana sini untuk menjadi cantik, padahal kecantikan itu datangnya dari hati, kalau itu terlebih dahulu yang diperbaiki maka akan bersinar tanpa suntik atau apapun.

Roma 2:17-24 Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, bermegah dalam Allah, dan tahu akan kehendak-Nya, dan oleh karena diajar dalam hukum Taurat, dapat tahu mana yang baik dan mana yang tidak, dan yakin, bahwa engkau adalah penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan, pendidik orang bodoh, dan pengajar orang yang belum dewasa, karena dalam hukum Taurat engkau memiliki kegenapan segala kepandaian dan kebenaran. Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: "Jangan mencuri," mengapa engkau sendiri mencuri? Engkau yang berkata: "Jangan berzinah," mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala? Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu? Seperti ada tertulis: "Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain."

Dari perikop diatas kita belajar bahwa kelakuan kita yang buruk bisa membuat nama Tuhan dihujat. Kalau diterjemahkan artinya "don't give love a bad name" Karena God is Love.

Hipokrit adalah kegagalan dalam self leadership. Kita bisa mengajar orang tetapi justru tidak bisa merubah diri sendiri. Ini yang perlu diingat "We have to lead ourself before we can lead others"
ilustrasi : susah membuat orang lain memberi yang etrbaik, jika dirinya ga mulai memberi yang terbaik. Susah membuat orang cinta Tuhan jika dia tidak mencintai Tuhan.

Matius 7:3-5 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Dalam tweetnya, Rick Warren menulis bahwa orang Hipokrit adalah Hipo dan Kritic, mereka yang suka mengkritikn secara hipo/menbesar-besarkan. Tuhan justru minta kita agar murni apa adanya.


1 Petrus 1:21 - 1 Petrus 2:3 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,
tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu. (2:1) Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

1 Petrus 1:22 dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari "Karena kalian taat kepada ajaran dari Allah, maka kalian membersihkan diri dan kalian mengasihi orang-orang seiman secara ikhlas. Sebab itu, hendaklah kalian mengasihi satu sama lain dengan sepenuh hati"

Bagaimana cara nya tuk hidup kudus?

Kekudusan adalah hasil. Hasil dari ketaatan kita akan kebenaran.  Jika kita taat akan kebenaran maka kita tidak perlu lagi bingung tentang kekudusan.

Ilustrasi : Anda tidak perlu khawatir dengan kekejaman debt collector jika anda tidak berhutang. Anda tidak perlu menerka atau menghitung kapan Yesus akan datang untuk kedua kalinya jika kita hidup benar. (alasan banyak orang ingin tahu kapan Yesus datang karena mereka belum siap)

Jika kita taat pada setiap kebenaran firman Tuhan maka hati kita akan bersih dan murni, tidak ada dosa yang mau mampir.
Ilustrasi: kalau rumahnya bersih tidak akan ada binatang kotor yg mau tinggal.

Taat lah pada kebenaran Tuhan dan anda tidak perlu khawatirkan tentang kekudusan. Kita kudus karena Tuhan kudus. Dan ketika kita murni dan kudus, kita akan mencapai rencana Tuhan dan berkat maksimal yang sudah Dia siapkan untuk kita.