Minggu, 18 September 2011

STORM OF LIFE

(By : AR Bernard - the Founder, Senior Pastor and CEO of Christian Cultural Center (CCC) located in Brooklyn, New York, United States. )

Matius 7: 24-27 (terjemahan dari new living translation) "Anyone who listens to my teaching and follows it is wise, like a person who builds a house on solid rock. Though the rain comes in torrents and the floodwaters rise and the winds beat against that house, it won't collapse because it is built on bedrock. But anyone who hears my teaching and doesn't obey it is foolish, like a person who builds a house on sand. When the rains and floods come and the winds beat against that house, it will collapse with a mighty crash."
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." 

Yang menarik dari cerita ini adalah bahwa kedua orang tersebut (yang bodoh dan yang pintar) keduanya sama-sama menghadapi badai. Di ayat 25 anda menemukan kata “Though” atau meskipun artinya badai yang mereka hadapi adalah sebuah fakta kehidupan yang tidak dapat dielakkan.
Untuk belajar mengenai bagaimana cara mengatasi badai kehidupan, maka kita harus melihat beberapa cerita berikut ini:

Cerita tentang Yunus
Yunus diberi tugas untuk ke Niniwe tapi justru dia mencoba kabur dari Tuhan (ini sebenarnya ide menarik dari Yunus, karena dia tahu Tuhan ada dimana-mana, jadi tidak ada gunanya juga dia kabur) Nah saat Yunus dalam pelarian ke Tarsis, badai datang mengamuk. Sementara semua ribut dengan badai itu, Yunus malah tidur (tahukah anda kalau anda masih tetap bisa tidur saat masalah datang sebenarnya itu adalah tanda secure yang palsu). Singkat cerita karena mereka lihat Yunus tidak berdoa maka mereka merasa bahwa Yunus yang bersalah akan badai tersebut ( Orang yang tidak pernah berdoa itu biang masalah)

HAL PERTAMA YANG AKAN MEMBUAT KITA MASUK DALAM BADAI ADALAH KETIDAKTAATAN

Pendapat kita yang berbeda seringkali menimbulkan badai dalam hidup kita. Yunus tidak mau pergi bukan karena dia berontak tapi karena dia tahu kalau dia pergi ke Niniwe maka Tuhan pasti akan mengampuni kota itu, jadi Yunus merasa tidak ada gunanya kesana toh Tuhan pasti memaafkan. Seringkali yang Tuhan perintahkan kepada kita tidak masuk akal, karena kita gagal melihat gambar rencana Tuhan yang besar. 

Dibutuhkan iman untuk bisa mengikuti rencana Tuhan dan mematuhinya. Ketidaktaatan slalu didasari dengan ketidakpercayaan (ketidakpercayaan adalah dasar dari dosa sementara pride atau harga diri adalah karakter dosa)

Jika anda ingin badai ini berhenti maka yang harus dilakukan adalah PERTOBATAN karena itu adalah titik balik dari ketidaktaatan.

Cerita kedua adalah tentang Yesus dan murid-Nya

Matius 14: 22-24  Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 

ADA BADAI YANG DATANG KARENA TAAT SAMA TUHAN
Murid Yesus taat ketika disuruh pergi, mereka melakukan hal tersebut, tapi badai tetap datang. Untuk badai ini maka anda tidak perlu bertobat, anda hanya perlu sabar menanti waktu Tuhan yang akan campur tangan. Sama seperti Tuhan menghardik badai dan menghalaunya dari para murid maka Tuhan juga akan melakukan hal yang sama dalam badai hidup kita.

Cerita ketiga adalah tentang Paulus yang terombang-ambing ditengah badai
Dalam kisah para rasul 27, Diceritakan Paulus akan dibawa ke Roma sebagai tawanan. Namun ditengah perjalanan, Paulus dan kapalnya harus mengahadapi badai, diombang-ambingkan beberapa saat hingga kapalnya hancur. Sebelum berangkat, Paulus coba peringatkan akan kondisi laut namun tidak ada yang percaya padanya karena status Paulus sebagai tawanan.

ADA WAKTUNYA BADAI DALAM KEHIDUPAN KITA KARENA KITA MENJADI KORBAN DALAM SUATU PUTUSAN YANG DIAMBIL ORANG LAIN TANPA KITA PUNYA KENDALI TUK MENGUBAHNYA

Hal tersebut bisa terjadi dalam pekerjaan, pelayanan maupun hubungan rumah tangga. Terkadang kita masuk dalam masalah karena kita tidak bisa melakukan sesuatu terhadap putusan yang sudah diambil misalnya dipersalahkan atasan meskipun kita tidak bersalah, suami mengambil keputusan salah hingga harus kehilangan rumah, dan banyak hal lainnya.

Dalam badai yang ini Tuhan tidak langsung campur tangan untuk menghardiknya dan mengeluarkannya dalam kehidupan kita. But sama seperti cerita Paulus (kis 27: 23) Tuhan akan mengirimkan malaikat-Nya untuk menyakinkan kita bahwa sedasyat apapun badainya semua akan selamat (karena itu berhati-hatilah dan pilihlah dengan cermat siapa orang yang akan anda ajak naik ke kapal, karena mereka bisa menyelamatkanmu atau membuat masalah untukmu)

Jika badai ini terjadi maka yang harus kita pastikan adalah bahwa anda tidak akan kehilangan hidup anda. 

Terkadang Tuhan tidak akan datang menyelamatkan kita dengan berjalan diatas air namun terkadang badai itu harus kita hadapi dengan kekuatan kita sendiri tetapi percaya penuh pada Tuhan maka Tuhan akan tetap menyelamatkan kita karena Dia Allah yang adil yang tahu bahwa semua yang terjadi itu bukan kesalahan kita.

Mengapa kita harus tahu kenapa badai kehidupan datang? Supaya kita tahu dimana meletakkan harapan kita pada saat berdoa memohon pertolongan Tuhan.

Paulus berdoa dan berharap pergi ke Roma untuk melebarkan pelayanannya dan pikiran Paulus tersebut selaras dengan apa yang Tuhan pikirkan maka Paulus bisa pergi ke Roma. Namun tahukah anda selama menanti doanya dikabulkan Paulus harus menghadapi banyak masalah?ditawan, menghadapi badai, terdampar dan segala hal lainnya tetapi tetap akhirnya sampai juga ke Roma.

Terkadang kita tidak tahu bahwa untuk menerima janji Tuhan ada banyak hal yang harus kita lakukan sebelumnya, tetapi percayalah kita akan sampai ke tujuan akhir rencana indah Tuhan untuk kita. Setiap badai kehidupan yang datang lihatlah itu sebagai kesempatan untuk melihat kuasa Tuhan dan kesempatan perubahan besar dalam karakter kita. Ingatlah apapun yang terjadi Tuhan adalah Tuhan yang penuh dengan harapan (GOD IS HOPE)

Untuk bisa menghadapi badai itu, anda harus tahu kenapa alasan badai datang. Jika sudah maka anda juga tahu bagaimana cara menghadapinya. Apapun badai yang datang, percayalah Tuhan ada dibalik itu semua dan Dia akan membawa anda kepada tujuan hidup anda yang indah. 

SELAMAT MENIKMATI

(By : Ryan Jauwena - DATE Leaders di JPCC, COL facilitator, pengajar di Young on Top)

Smua orang menginginkan berbuah namun tidak banyak yang ingin mengalami prosesnya. Padahal untuk berbuah, mau tidak mau harus melalui proses.

Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 

Pohon yang mengeluarkan buah pada musimnya memiliki keuntungan. Buah itu matang dan baik. Musim menggambarkan sebuah proses yang memiliki jangka waktu, entah itu 3bulan atau 1 tahun. Banyak orang mau berbuah tetapi mau mendiskon prosesnya. Terkadang tanpa kita sadari, kita sering meminta Tuhan untuk memangkas proses yang terjadi dalam hidup kita. Bukan hanya enak dimakan, buah yang baik pasti juga banyak dicari orang. Tetapi banyak hidup orang Kristen yang tidak berbuah.

Ilustrasi : ryan yang tetap menjadi heavy smoker padahal disaat yang sama dia sudah menjadi Kristen dan sering ke gereja. Namun dirinya tak mampu mengatasi godaan kuat untuk merokok.
Pohon akan dikenal tergantung buahnya. Banyak buah yang memiliki penampilan baik (good packaging) terlihat manis diluar tetapi ketika dicoba rasanya pahit atau asam. Itu yang terjadi ketika kita menjadi Kristen, kita bukan berubah namun hanya memodifikasi kelakuan kita. Diluar kita terlihat baik namun didalamnya tetap.

God is not interested in behaviour modification but more interested in heart transformation (Tuhan tidak tertarik kita memodifikasi kelakuan kita namun dia lebih tertarik pada perubahan hati)

Yoh 15:4-5 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 

Gal 5 : 22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 

Buah roh tersebut merupakan suatu kesatuan dan tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Kita sudah punya satu, sabar dan nanti kita akan bisa punya buah roh lainnya. Bukan begitu caranya. Namun, kita sebenarnya sudah mempunyai semuanya dalam hidup kita. Benihnya ada tapi pertumbuhannya tergantung kedekatan kita sama pencipta buah tersebut.

Rom 8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 

Paulus menulis itu jemaat Kristen di Galatia saat itu mereka menganut Judaism. Paulus mengatakan bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah. Abraham diselamatkan karena iman dan bukan karena hukum taurat.  

Orang kristen belum tentu berbuah, namun dia membutuhkan perawatan. Orang Kristen butuh diingatkan agar terus berbuah. Buah tidak  perlu dipaksa berbuah karena dia pasti akan berbuah sesuai musimnya asal dia melekat pada pohonnya. Pohon tidak perlu berusaha keras (bhs jawanya mengejan) untuk mengeluarkan buahnya, karena pohon itu adalah sumbernya.

Sama halnya dengan kita. Buah Roh baru bisa keluar jika kita menempel pada pohonnya. Yesus mempunyai 9 elemen buah Roh ini, oleh sebab itu kita harus mengarahkan pandangan kita ke sana, kepada Yesus. Jika anda mau berbuah, jadikan Yesus pusat hidup anda (center of your life) Kita harus memahami bahwa diluar Yesus, kita tidak ada apa-apanya, kita tidak bisa apa-apa. Kita tidak perlu usaha begitu sulit, cukup mendekat saja pada Yesus.

Penting untuk mengingat bahwa buah yang kita hasilkan jangan hanya didisplay di toko saja karena buah tersebut tidak akan membawa pengaruh. Setelah dipanen, buah tersebut harus dibawa dan dimakan untuk bisa memberikan pengaruh.

Buah yang kita punya akan membantu memperkenalkan Yesus dalam kehidupan orang lain. Namun sama halnya buah diatas tidak akan membawa pengaruh jika tidak dibawa dan dimakan oleh orang lain, buah roh juga harus dibawa secara baik supaya orang lain bisa memakannya. Buah yang baik pun bila cara membawa nya salah maka tidak akan bisa memperkenalkan Yesus dalam hidup org lain.
Ilustrasi : Pada saat masih berpacaran, Ryan meminta kepada istrinya yang saat itu masih katolik agar baptis selam. Bukannya menuruti, sang istri justru meninggalkan dirinya. Ryan sadar caranya salah. Padahal dia tidak menggunakan kata memaksa atau intonasi yang tinggi.

Hidup dipimpin roh brarti harus mengalahkan kedagingan. Ktika kedagingan masuk ke dalam hidup kita maka akan menghambat proses pohon mengeluarkan buah. Lingkungan disekitar kita bisa menghentikan proses pertumbuhan buah kalian namun hanya kalian yang mempunyai hak memilih karena kitalah yang menempel pada pohonnya.

Bagaimana caranya berbuah dan bisa dinikmati sama semua kalangan? Berhenti memodifikasi kelakuan kita dan berhenti berusaha berbuah karena buah Roh yang membuat adalah Roh. Kita cukup mendekat pada sumbernya saja, pasti berbuah.


KEKRISTENAN DAN SISTEM YANG BERLAKU DI DUNIA

(By: DR AR Bernard  - the Founder, Senior Pastor and CEO of Christian Cultural Center (CCC) located in Brooklyn, New York, United States. )

Si jahat tidak hanya bicara soal setan atau dunia gelap namun juga berbicara soal sistem yang diakui oleh dunia, entah itu sistem politik, keuangan maupun sistem pemerintahan. Tuhan tidak bilang akan mengeluarkan kita dari dunia karena si jahat namun justru mengirim kita ke dalam dunia dan berjanji akan melindungi kita.
Kita memang ada di dunia namun kita tidak berasal dari dunia. Meski kita ada didalamnya namun kita tidak melakukan nilai/ filosofi yang sama seperti yang ditawarkan oleh dunia.

Roma 12 merupakan tulisan Rasul Paulus yang berbicara tentang tatanan/ motivasi nafsu, ketakutan/ sikap tidak positif yang ditawarkan oleh dunia namun bahwa orang Kristen harus melakukan yang sebaliknya, karena ketika hidup di dunia, banyak orang Kristen yang naïf pola pikirnya.
Yang perlu kita ingat bahwa motivasi kerajaan surga adalah kasih (perbuatan menguntungkan orang lain dengan berkorban) sementara motivasi setan adalah nafsu.

Yesaya 59: 14 Justice is turned back, And righteousness stands afar off; For truth is fallen in the street, And equity cannot enter. Atau terjemahan bahasa Indonesianya ”Hukum telah terdesak ke belakang, dan keadilan berdiri jauh-jauh, sebab kebenaran tersandung di tempat umum dan ketulusan ditolak orang. “

Yesaya 59 merupakan peringatan Yesaya kepada bangsa Israel agar kembali kepada jalan Tuhan. Saat itu bangsa Israel telah hilang kecintaannya kepada kebenaran akan hukum Taurat dan lebih suka melakukan kejahatan. Padahal mengetahui kebenaran firman Tuhan akan memerdekakan.

Bangsa Israel yang lebih cinta kejahatan terulang lagi saat masa hidup Yesus dimana orang Saduki tidak lagi percaya akan kekuatan supernatural (baca: mujizat Tuhan) dan Herodian lebih mencintai uang.

Orang Kristen harus mengerti system yang dijalankan oleh dunia agar bisa berhasil didalamnya. Ketika kita mengenal seseorang/ sistem maka kita akan menyesuaikan diri untuk mengatur harapan atau ekspektasi kita terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan mereka.

Karena dunia ini sudah jatuh makan “we are negative by nature” (kita sudah bersikap pesimis dari sananya) sehingga kita cenderung memilih yang buruk daripada berjuang untuk mendapatkan yang terbaik. Contohnya : Media. Media seringkali menyebarkan kebohongan untuk bisa memutar balikkan pola pikir seseorang bahkan media disebut nabi palsu dalam wahyu.

Kebenaran tidak bisa membebaskanmu karena ide negative yang mendominasi lingkungan tempat kita berada saat ini. Siapapun yang berdiri menantang sistem akan digempur. Itu sebabnya, siapapun yang mau melayani Tuhan harus mempunyai kulit yang keras (secara psikologi dan fisik kuat)

Matius 10 : 16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Atau dalam terjemahan New King James Version : “Behold, I send you out as sheep in the midst of wolves. Therefore be wise as serpents and harmless as doves.

Ayat diatas adalah kata-kata Yesus untuk memperingatkan para murid yang akan memasuki dunia (untuk mengabarkan injil) dimana ada banyak orang yang akan memanfaatkan mereka. Yesus berkata “Behold” atau berarti pay attention. Yesus ingin agar murid-murid-Nya benar-benar memperhatikan perkataan-Nya. Yesus menginginkan kita cerdik namun sekaligus waspada dan tulus hati. Yesus mengibaratkan para murid seperti domba yang murni dan tidak berdosa (domba tidak didesain untuk menyakiti orang lain)

Paulus berkata bahwa saat dirinya ingin melakukan kebaikan maka justru yang datang adalah kejahatan. Hal tersebut adalah sistem. Jangan terlalu naïf untuk mengubah sistem yang ada karena sistem dunia ini tidak akan pernah berubah. Jika kita bisa mengalahkan sistem maka Yesus tidak perlu datang ke dunia ini.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Kita bisa memasukkan karakter Kristus kedalam sistem tersebut karena 

Yesus datang ke dunia membawa terang agar kegelapan hilang digantikan kebenaran oleh Kristus. Kita lah yang harusnya mempengaruhi sistem, agar setiap orang yang tertawan dalam sistem tersebut melihat cara kerja dan cara hidup kita yang benar dan terpengaruh. Itulah cara kita mempengaruhi sistem yang ada.

Lukas 4 : 18 The Spirit of the LORD is upon Me, Because He has anointed me to preach the gospel to the poor, He has sent Me to heal the brokenhearted, To proclaim liberty to the captives And recovery of sight to the blind, to set at liberty those who are oppressed;
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 

Kembali ke Matius 10 diatas, Kita tidak boleh naïf terhadap sistem dimana kita hidup namun kita harus cerdik seperti ular. Cerdik dan licik (dalam hal yang baik) serta memiliki ketajaman dan pengetahuan akan sistem yang kita jalani agar kita tidak lagi mudah tertipu. Namun selain cerdik seperti ular, Tuhan juga meminta kita tulus seperti merpati yang artinya innocent (tidak bersalah) dan tidak cemar perbuatannya. Itu sebabnya Yesus mengaruniakan Roh Kudus kepada kita agar kita tetap memiliki pengertian dan kekuatan Roh Allah ketika memasuki sistem yang berlaku di dunia.

Sekali lagi anda harus camkan ini, Anda tidak akan pernah bisa merubah sistem dunia, hanya Tuhan yang bisa. Yang bisa anda lakukan adalah mempengaruhi sistem tersebut.

Matius 10 : 17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dalam terjemahan NKJV “But beware of men, for they will deliver you up to councils and scourge you in their synagogues.”

“Waspada terhadap semua orang” atau dalam bahasa Yunaninya berarti “Anthropos” artinya humanity atau kemanusiaan.

Ketika kita masuk ke dalam sistem dunia ini maka akan banyak keuntungan yang kalian dapatkan seperti banyak tuaian dan juga kesuksesan. Kita harus mengerti bahwa kita berurusan dengan manusia yang sudah jatuh, sehingga kita harus waspada agar jangan sampai terjebak dalam sistem yang ada. “we don’t deal with how they should be but we deal with how they are” (kita tidak berurusan dengan apa yang seharusnya mereka lakukan tapi justru kita berurusan dengan karakter mereka yang sebenarnya)
Intinya: Kita harus cerdik dan licik mengikuti sistem yang dijalankan dunia ini namun tidak menjadi “kotor” dalam prosesnya.

Mari kita coba lihat cerita berikut :

Baca Yosua 2 “Pengintai-pengintai di Yerikho” cerita soal Rahab dan 2 pengintai yang dikirim oleh Yosua untuk mengintai Yerikho. Jika anda perhatikan dalam cerita tersebut, Rahab berbohong kepada utusan Raja Yerikho dengan bilang bahwa para pengintai sudah meninggalkan rumahnya. Mungkin kita bertanya-tanya bagaimana sebuah kebohongan dipakai untuk menjalankan rencana Tuhan? Apakah itu berarti Tuhan suka berbohong?

Ini yang perlu anda ingat, Tuhan tidak pernah berbohong, DIA Allah yang adil dan benar, setiap perkataan-Nya bisa dipercaya. Kebohongan Rahab tidak merubah kenyataan Tuhan Allah yang benar. Namun, Tuhan memakai hal yang “biasa” dilakukan manusia untuk memenuhi rencana Tuhan. Tuhan maupun 2 pengintai tersebut tidak menyuruh Rahab berbohong tetapi Tuhan menghormati iman Rahab.

Ibrani 11: 31 Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik. 

Yang perlu diingat adalah bahwa Tuhan bisa gunakan apapun untuk menjalankan rencana-Nya.

Kita harus cerdik dan licik namun tidak berubah kotor seperti dunia ini. Masuk dalam sistem dunia ini namun bawalah karakter Kristus dan pengaruhilah dunia ini dengan karakter tersebut. Anda mungkin tidak bisa merubah sistem, namun anda bisa membantu orang lain menemukan Tuhan.


Selamat berjuang, jangan takut, Tuhan di pihak anda. 

ITS NOT YOU, ITS JESUS

(By : William Fu - DATE Leader in JPCC)

Kel 26: 15 -29 (BIS) Buatlah rangka-rangka Kemah yang tegak lurus dari kayu akasia. Setiap rangka tingginya empat meter dan lebarnya 66 sentimeter. Pada setiap rangka ada dua patok yang sepasang, sehingga rangka-rangka itu dapat disambung satu dengan yang lain. Untuk bagian selatan Kemah, buatlah dua puluh rangka, dengan empat puluh alasnya dari perak, dua di bawah setiap rangka untuk kedua patoknya. Untuk bagian utara Kemah, buatlah dua puluh rangka dengan empat puluh alasnya dari perak, dua di bawah setiap rangka. Untuk bagian belakang Kemah sebelah barat, buatlah enam rangka.  dan dua rangka untuk sudut-sudutnya. Rangka-rangka sudut itu harus dihubungkan pada bagian kakinya, terus sampai di bagian atasnya. Kedua rangka yang membentuk sudutnya harus dibuat dengan cara itu. Jadi semuanya ada delapan rangka dengan enam belas alas perak, dua di bawah setiap rangka. Buatlah lima belas kayu lintang dari kayu akasia, lima untuk rangka-rangka pada satu sisi Kemah, lima untuk sisi yang lain, dan lima lagi untuk sisi Kemah bagian belakang sebelah barat.  Kayu lintang yang tengah harus dipasang setinggi setengah rangka, dari ujung ke ujung Kemah itu. Rangka Kemah dan kayu-kayu lintang itu harus dilapisi  dengan emas. Gelang-gelang untuk menahan kayu-kayu itu harus dibuat dari emas.

Mungkin jika anda belajar atau membaca alkitab pasti ada beberapa bagian yang kalian lewati, terutama bagian terkait pembangunan seperti ini. Namun ternyata jika anda cermati, ada banyak sekali makna yang bisa kita ambil didalamnya. Kemah Allah tersebut dibuat dari kayu. Kayu melambangkan manusia, sementara emas melambangkan kemuliaan Tuhan (The glory of God) dan perak mengambarkan penebusan dan penyelamatan (redemption)

Untuk bagian selatan Kemah, buatlah dua puluh rangka, dengan empat puluh alasnya dari perak, dua di bawah setiap rangka untuk kedua patoknya. Rangka Kemah dan kayu-kayu lintang itu harus dilapisi dengan emas. Gelang-gelang untuk menahan kayu-kayu itu harus dibuat dari emas.

Artinya rangka kemah atau rumah Tuhan tersebut adalah manusia yang alasnya penebusan. Dua dibawah setiap rangka artinya Manusia punya dua pola : Bangkit dan Mati. Sementara kayu dilapisi emas, artinya manusia dibungkus kemuliaan Tuhan. Arti besarnya : Rumah Tuhan itu berdasar pada manusia yang tadinya mati namun dibangkitkan karena ada penebusan oleh Tuhan. Penebusan itu membuat manusia dibungkus kemuliaan dari Tuhan.

Jaman dahulu Imam besar masuk Kemah tepatnya di ruang Maha Suci/kudus setahun sekali untuk mempersembahkan domba. Imam besar akan meletakkan tangannya diatas anak domba muda yang tak bercacat. Tangan imam tersebut membawa dosa seluruh bangsa Israel, kemudian Ia mempersembahkan domba tersebut. Ada pertukaran nyawa yang terjadi.

Kekristenan bukan mengenai kita dibaptis dan kemudian berubah namun ada pertukaran hidup. Hidup kekal dan tak bercela masuk ke dalam kita dan dosa kita kedalam salib Kristus.
Kekristenan bukan tentang kita namun tentang Tuhan.

Luk 9: 58 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." 

Perkataan ini keluar pada saat Yesus tengah berjalan menuju Yerusalem bersama para muridnya dan bertemu seseorang yang berkata akan mengikut Yesus kemanapun. Yesus yang notabene anak Allah berkata bahwa Dia tidak punya tempat bahkan untuk beristirahat.

Yoh 19: 30  Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. 

Yesus menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Yesus menemukan waktu istirahatnya saat menyelamatkan, menyembuhkan kita di kayu salib. Jesus find His rest in saving us and healing us through the cross.

Sekali lagi ada pertukaran hidup. Hidup semua orang berdosa ditukar dengan hidup anak domba Allah, Yesus sendiri. Yesus pertama kali menyebut bapanya “Allah” (Mat 27: 46) “Eli, Eli, lama sabakhtani” padahal Yesus selalu memanggil “Bapa” (Mat 14: 36) saat dikayu salib karena saat itu semua dosa kita masuk ke dalam Tuhan supaya kita bisa memanggil Tuhan “Bapa”

Kekristenan itu adalah soal menerima (receive). Ketika Yesus bilang telah selesai, yang harus kita lakukan adalah menerima hidup baru tak bercacat yang Yesus tukarkan untuk kita. Ketika kita tahu arti hidup kita bukan lagi kita tetapi Yesus yang ada dalam kita maka nantinya kita akan berbuah. Buahnya ya sama seperti Yesus. Yang paling penting adalah bagaimana hubungan kita dengan Yesus setelahnya.

Pertanyaannya bukan lagi apakah kita berkenan kepada Allah namun apakah Yesus berkenan kepada Allah? Karena ingat hidup kita telah ditukar dengan hidup Yesus. Berkenan bukan soal perbuatan kita atau apa yang sudah kita lakukan tetapi karena Yesus.

2 Kor 3:18
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. 

Sifat manusia itu seperti cermin dengan siapa kita mendekat itu akan membuat kita berubah serupa seperti yang kita dekati. Jangan mendekat ke tempat lain mendekatlah pada Yesus.
Bukan hanya kau menjadi serupa dengan-Nya namun juga akan mendapatkan berkat yang sudah dijanjikan-Nya.

Gal 3 : 29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. 

Kita akan mendapatkan berkat Abraham. Bersama Tuhan, apapun yang kita lakukan akan berhasil. Lihat Abraham, ishak, bahkan Yakub dan juga Esau. Esau yang kehilangan hak sulungnya hidupnya tidak pernah dikatakan susah, dia hanya harus hidup dari pedangnya. Namun lihatlah Yakub. Dia penipu, tapi justru dapat sukses dan kekayaan yang luar biasa. Pada akhirnya ini semua bukan tentang kita atau apa yang bisa kita lakukan karena sukses datang karena siapa yang kamu punya dalam hidup. Success is who you have.

Semua rangka yang mengelilingi tabut perjanjian yang saat itu dianggap sebagai symbol kemuliaan Allah disepuh emas. Semua sinar emas terpancar dari tabut perjanjian tersebut.

Hari ini Tuhan tidak melihat kalian sebagai kayu yang dia lihat emas. Emas yang Dia pilih spesifik, Emas yang Dia bayar mahal dengan darah-Nya. Anda lah milik Tuhan yang paling berharga. Ingatkan ini ke diri sendiri, Anda berharga.

Pada akhirnya semua yang kita lakukan tidak akan nada artinya tanpa Tuhan tanpa Yesus. Its not about you its about Jesus.

Yak 2 : 14-23 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku." Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." 
 
Yosua 1:8  
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 

Gal 3:11-14 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu. 

Dalam waktu 1500thn manusia diberikan hukum Taurat, tapi tidak ada yang berhasil dengan baik. Semua manusia berdosa. Yesus datang bukan untuk  menghilangkan hukum taurat tetapi untuk menggenapinya.

Gal 2: 21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

2 Kor 5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. 



HOW TO BE PERFECT

(By : Kenny Goh - DATE Leader in JPCC)

Galatia 5 : 22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 

Galatia 2 : 16 (the Message bible) We Jews know that we have no advantage of birth over "non-Jewish sinners." We know very well that we are not set right with God by rule-keeping but only through personal faith in Jesus Christ. How do we know? We tried it—and we had the best system of rules the world has ever seen! Convinced that no human being can please God by self-improvement, we believed in Jesus as the Messiah so that we might be set right before God by 
trusting in the Messiah, not by trying to be good.

Atau dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari “Memang menurut kelahiran, kami adalah orang Yahudi dan bukan ''orang bukan Yahudi yang berdosa''. Meskipun begitu kami tahu bahwa orang berbaik kembali dengan Allah hanya karena percaya kepada Yesus Kristus, dan bukan karena menjalankan hukum agama. Kami sendiri pun percaya kepada Yesus Kristus, supaya kami berbaik dengan Allah melalui iman kami itu, bukan karena kami menjalankan hukum agama. Sebab dengan menjalankan hukum agama, tidak seorang pun bisa berbaik kembali dengan Allah.

Ayat diatas berbicara bahwa kita itu dibenarkan karena iman oleh Kristus bukan karena kita berbuat baik. 

Tidak ada manusia yang bisa membuat Tuhan senang dengan pengembangan dirinya. Pengembangan diri artinya kita berusaha jadi lebih baik.

Ketika berbicara tentang buah roh maka kita harus tahu bahwa buah merupakan hasil atau konsekuensi dari sebuah perbuatan. Buah roh tidak bisa didapatkan hanya dengan kita berbuat lebih baik dari biasa kita lakukan (self improvement atau pengembangan diri)

Matius 5 : 48  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." 

Roma 8 : 29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 

Tuhan tidak ingin kita menjadi versi yang lebih baik dari kita sebelumnya, tidak, standart Tuhan justru lebih tinggi. Tuhan ingin kita menjadi serupa dengan diri-Nya yang artinya kita harus menjadi sempurna, sama seperti Dia yang sempurna.

Jika kita ingin menjadi versi yang lebih baik maka kita tidak memerlukan Yesus karena semua agama mengajarkan hal yang demikian. Mengajarkan agar manusia berubah menjadi lebih baik dan mereka tidak butuh Yesus.

Galatia 2: 21 Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus. 

Kenapa terkadang kita menemukan hidup kita tidak berbuah?

Yohanes 15: 1-6 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. 

Kenapa pohon tidak berbuah? Karena biasanya ranting pohonnya tertutup ranting yg lain sehingga kurang terkena sinar matahari. Orang yang kurang terkena sinar matahari artinya dia kurang mendekat pada Tuhan. Itu alasan utama kenapa kita tidak berbuah.

I john 4: 15 This is how we know we're living steadily and deeply in him, and he in us: He's given us life from his life, from his very own Spirit. Also, we've seen for ourselves and continue to state openly that the Father sent his Son as Savior of the world. Everyone who confesses that Jesus is God's Son participates continuously in an intimate relationship with God. We know it so well, we've embraced it heart and soul, this love that comes from God.

Tinggal didalam Tuhan artinya bahwa kita secara terus-menerus berpartisipasi dalam hubungan intim dengan Yesus.

Ada 2 hal yang kita ketahui jika kita mengenal seseorang yaitu 1). Karakter, kepribadian dan tingkah laku 2). Kisah hidupnya. Hal yang sama terjadi jika kita mengenal Yesus. Kita mengenal segala hal tentang Yesus dan semua yang Dia lakukan untuk kita.

Ketika mengenal seseorang maka kita pun akan berubah menjadi hormat kepada orang tersebut. Misalnya : Kenny yang awalnya meremehkan Justin Bieber namun karena diminta melihat DVD perjalanan karir Justin yang sejak umur 2 tahun sudah menyanyi, usia 3 tahun sudah bisa main gitar dan bagaimana dia berjuang mendapatkan posisinya yang sekarang, Kenny jadi hormat dan respek pada Justin Bieber, meski belum sepenuhnya ngefans.

Ketika kita sudah menghormati, rasa hormat tersebut berubah menjadi kasih. Kita akan mengasihi orang tersebut.

Buah roh itu bisa muncul jika kita telah mengenal Tuhan. Pengenalan akan Dia memampukan kita untuk menghormati dan mengasihinya serta punya hubungan intim dengan Tuhan. Dari semua proses tersebut, buah roh tersebut perlahan akan muncul tanpa kita menyadarinya. Hati itu persoalan supranatural, kita tidak berkuasa merubah hati. Perubahan hati itu urusannya Tuhan dan merupakan mujizat terbesar yang bisa kita terima. Hal yang harus kita lakukan hanya mendekat dan intim dengan Tuhan.

2 Kor 3: 18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. 

Kita adalah cermin. Yang bikin kita mengenal Tuhan adalah kemulian-Nya yang terpancar dari-Nya. Alkitab adalah bukti dari kemulian Tuhan. Jika kita membaca alkitab dan mengenal Tuhan maka kita juga akan memancarkan kemuliaan dan kita akan diubah semakin serupa dengan Tuhan.