Jumat, 10 Februari 2012

POHON DAN BUAH

(By: ps Jeffrey Rachmat – Senior Pastor in JPCC)


Manusia tidak didesain hidup sendiri namun jika kita menjalani hubungan yang salah maka akan berujung pada kehancuran hidup.

Seorang hamba tuhan pernah menulis bahwa 90 persen rasa sakit dalam hidupnya timbul karena dia terlalu percaya pada orang lain.
                                                                                              
Matius 22:37-39 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 

Atau dalam terjemahan BIS Yesus menjawab, ''Cintailah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan seluruh akalmu. Itulah perintah yang terutama dan terpenting! Perintah kedua sama dengan yang pertama itu: Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri.

Perintahnya jelas, Kasihilah Tuhan artinya bangun hubungan yang kuat dengan Tuhan.
Sebenarnya mengapa kita butuh mengasihi Tuhan? Karena kita jadi mengenal diri kita. Ketika kita mengenal pencipta kita, kita mengetahui bahwa kita diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan baru kemudian kita jadi bisa mencintai sesame.

Kita tidak akan bisa mengagumi ciptaan Tuhan jika kita tidak mengenal pencipta kita.
Ilustrasi: kalau kita mau cari tahu kegunaan sebuah barang maka yang paling tepat adalah kita harus tanya penciptanya karena dia yang paling tahu kegunaannya.

Pada saat kita membangun hubungan dengan Tuhan, maka kita akan menemukan jati diri kita sehingga kita tahu nilai pasti yang kita miliki. Kita tahu hal itu sehingga tidak perlu lagi berkompetisi dengan orang lain. Kita masing-masing diciptakan unik. Namun ketika kita putus hubungan dengan Tuhan atau bahkan tidak mempunyai hubungan dengan Tuhan sama sekali, maka kita akan mulai melihat diri sendiri dan orang lain dengan standart yang dimiliki dunia yaitu uang dan penampilan fisik.

Perhatikan ini, hubungan kita dengan Tuhan menentukan hubungan kita dengan sesama. Terang yaitu Tuhan yang biasanya kita miliki jika kita dekat dengan Tuhan akan hilang. Terang yang ada berganti gelap sehingga kita tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang ada di samping kita.

Friendhip is the network of life

Masa depan yang Tuhan janjikan tersembunyi dalam setiap hubungan. Itu sebabnya mengapa sebuah hubungan menjadi sangat penting.

Pastor  Jeffrey mengatakan hingga kini dia terus berusaha menjaga persahabatannya karena hubungan yang dia punya saat ini menentukan masa depannya. 

Seorang hamba Tuhan memberi definisi simpel “Teman adalah seseorang yang tidak membahayakan buat kita" Menurut saya, definisi simpel itu sangat tepat. Kita semua membutuhkan teman yang tidak menahan pengampunan, teman yang memberikan kepercayaan kepada kita, teman yang menolong kita maju, teman yang mempersiapkan kita menyambut masa depan, teman yang mengasihi kita, teman yang akan senang saat temannya diberkati. Jika semua kriteria diatas terpenuhi maka dialah teman yang sejati. Teman yang tidak sejati adalah teman yang justru mendorong anda agar korupsi dan mungkin selingkuh dengan orang lain.

Bagaimana menilai diri anda? Lihat ini, jika anda bahagia dan bersukacita melihat temanmu dipromosi lebih darimu berarti dirimu adalah teman yang tidak sejati namun jika tidak, anda pasti sudah tahu jawabannya.

Lukas 6: 39-45 Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang? Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya." 

Dikatakan dalam perikop ayat diatas, seperti orang buta. Orang buta adalah orang yang tidak tahu arah, dia mungkin punya arah tapi dia tidak tahu bagaimana caranya kesana karena dia buta. Orang semacam ini sangat mudah diselewengkan atau dipengaruhi orang lain.

Nah sekarang bagaimana kita bisa punya arah atau tujuan jika kita tidak punya hubungan dengan Tuhan?
Pertanyaannya sekarang, “Kenapa org buta mau dituntun org buta?” Karena dia buta dia tidak bisa melihat siapa yang menuntunnya. Dia hanya berpikir bahwa ada orang yang mau membantunya tapi tanpa dia menyadari bahwa orang tersebut juga buta. Hal itu sama seperti Tanya petunjuk arah jalan kepada orang yang tidak mengerti jalan.

Jika anda tahu arah dan tujuan anda secara pasti maka anda tidak perlu harus ikut-ikutan dengan arah orang lain. Untuk mencapai itu, dalam sebuah hubungan anda tidak harus selalu ‘Go the flo’ (mengikuti arah yang sama dan mengalir) namun anda juga bisa ‘Against the flow’ (pergi berlawanan arah)
Ilustrasi: Ko Jeff ikut dalam salah satu acara Hillsong di Australia. Saat kelar sesi, Ko Jeff yang duduk di deretan partner Hillsong dari seluruh dunia dapat undangan untung snack time di ruang VIP. Karena tidak tahu arah, dia mengikuti saja kemana semua orang yang duduk bersamanya untuk keluar tanpa ia sadari karena tujuan mereka berbeda. Ko Jeff adalah satu-satunya yang mendapatkan undangan tersebut.

1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 

Kalau kebiasaanmu yang baik mulai rusak berarti kau sedang rusak dan tersesat. Kebanyakan kita tidak tahu jika kebiasaan kita yang baik rusak karena kita tidak pernah melakukan general check up. Lihat ke hidup anda 5 tahun yang lalu. Cek hidup anda 5 tahun yang lalu, baik soal financial, soal spiritual dan juga relationship yang anda punya. Jika ada yang tidak berkembang maka berarti ada yang salah, dan kita sedang tersesat.

Kita bisa melakukan general check up tapi terkadang memilih untuk tidak melakukannya karena takut ketahuan. Padahal sebenarnya bagus jika kita menemukan sesuatu yang salah sehingga bisa cepat diobati.

Orang buta juga menggambarkan orang yang tidak mau berkontribusi. Mereka selalu mau dibantu namun tidak pernah mau membantu.  Cukup sulit untuk menemukan tujuan hidup anda jika anda tidak berlajar berkontribusi karena life is about giving.

Jika anda mau belajar berkontribusi dan jika itu ternyata memenuhi kebutuhan orang banyak maka besar kemungkinannya kita bisa menemukan tujuan hidup anda.  Namun jika anda tidak belajar berkontribusi dan hanya mementingkan diri sendiri maka anda tidak akan bs menemukan tujuan dan besar kemungkinannya anda sedang tersesat.

Lukas 6 Ayat 40  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. 

Jika kita tahu sudah menemukan arah dan tujuan hidup kita maka akan ada seseorang yang akan membantu mengajarkan kita tentang itu. “Your direction choose your teacher and a friend” Tetapi kita harus mengembangkan sikap mau diajar, mau dikoreksi karena jika tidak maka akan sulit untuk maju.
Ilustrasi:  kita bisa belajar drum sendiri lewat buku dan video di you tube namun tetap lebih enak jika ada seorang guru yang mengajarkan hal itu pada kita.  Tuhan selalu mengirimkan orang-orang untuk membantu namun seringkali kita gagal melihat hal tersebut karena kita mementingkan diri sendiri.
Ilustrasi: ada seseorang yang membantu kita untuk melunasi hutang namun ketika diberi pengertian dan penjelasan mengenai cara menggunakan uang tetapi justru kita marah dan justru menjauhi orang tersebut.  

Amsal 13:20 Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. 

Ayat diatas memang lebih mudah dibaca daripada dilakukan tapi ini merupakan rahasia sukses. AR bernard katakan “If you are the smartest in the group then get another group”
Seringkali kita suka males dan merasa bodoh jika berada dalam satu grup berisi orang pintar sehingga kita pindah grup dimana kita akan selalu jadi yang paling pintar (padahal isi grup tersebut semuanya adalah orang bodoh)

Lukas 6 ayat 41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? 

Selumbar itu serpihan seperti debu gergaji. Ayat diatas adalah peringatan agar jangan hanya memperhatikan kesalahan kecil dalam hidup orang lain sementara kita punya ‘big issue’ atau masalah besar dalam hidup. Kalau itu terjadi, kita pasti akan dijauhi karena rese dan sok tahu.  

Lukas 6 ayat 43 "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik”.

at the end of the day suasana dan kondisi hati kita menentukan hubungan yang kita punya. Kita harus pintar menjaga hati karena disitulah terpancar kehidupan. Kita gembok dan kunci segalanya mulai dari pagar, mobil, brankas dan sebagainya namun kita tidak pernah sekalipun menggembok hati kita.
Ilustrasi : Ko Jeff berjuang menjaga hati karena selalu ada saja yang mencoba menyakiti dirinya namun Ko Jeff tidak membiarkan perkataannya keluar dari ungkapan sakit hati.

Ini yang harus kita ingat, Kita tidak akan pernah bisa menjaga hati orang lain, kita hanya bisa menjaga hati kita sendiri. Itu berlaku juga di pacaran. Jika pacarmu tidak bisa menjaga hatinya sendiri, maka dia juga tidak akan bisa menjaga hatimu, suatu hari nanti kamu akan merasa lelah. Jadi jika kamu tahu dia seperti itu, sudah waktunya mengucapkan selamat tinggal.

Pahami ini, orang lain disekitar saya bisa panas, bisa sakit hati tapi jika kita sendiri tidak bisa menjaga hati dengan baik maka kita akan sulit berhubungan dengan orang lain. Apa yang kita rasakan meluap dan muncul dari perkataan kita yang jika begitu maka sebagian besar adalah ungkapan sakit hati.

Karena dari buahnya, sebuah pohon dikenal. Jika anda mau mengenal seseorang maka perhatikan perkataan yang muncul dari hatinya. Jika yang keluar adalah perkataan jorok, maka besar kemungkinan isi kepalanya adalah sesuatu yang jorok.  

“Your word create your world”

Ada yang pernah bilang, “Memang mulutnya jahat namun hatinya baik" sama kaya bilang pohon apel berbuah mangga. Bisa dipastikan jika mulutnya jahat maka hatinya juga jahat namun kita seringkali menolak melihat. Lihat saja, jika ada teman kalian yang hobi ngomongin orang maka tinggal tunggu waktu saja suatu hari anda juga akan mendapatkan perlakuan yang sama.

Bagaimana cara mengetahui hati seseorang? Dengan bertanya. Dari situ anda akan mengetahui isi hati dan masa depannya seperti apa.

Ini yang harus anda perhatikan, anda tidak akan gagal dalam berhubungan atau memiliki relasi dengan orang lain, jika anda menempatkan Tuhan sebagai yang terpenting dan terutama. Kita harus memiliki identitas yang jelas sehingga tidak mudah disesatkan.


Minggu, 29 Januari 2012

HOW TO TRAIN A KING

(By: Kenny Goh – DATE Leader in JPCC)

2 Kor 8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. 

Ayat ini mengajarkan agar kira tidak minta dilayani dengan mental hamba tetapi mental raja yang berhati hamba. Yesus turun ke dunia ini agar kita kaya. Dia turun ke dunia ini tidak hanya sekadar untuk bisa sama dengan kita namun karena Dia ingin membawa kita naik lebih tinggi.

1 Pet 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: 

Dalam terjemahan NKJV dikatakan But you are a chosen generation, a royal priesthood, a holy nation, His own special people, that you may proclaim the praises of Him who called you out of darkness into His marvelous light;

Terjemahan diatas katakan bahwa kita adalah Imam dan Raja “royal priest” Kita adalah Imam yang menghubungkan umat dengan Tuhannya namun kita juga adalah raja yang memimpin.

Kita tahu rasanya jadi pelayan, mungkin dalam kehidupan pekerjaan dimana kita memiliki bos, namun tidak banyak yang tahu rasanya menjadi raja. Hari ini kita akan berlatih bagaimana caranya menjadi raja.

Pengkhotbah 8:4 Karena titah raja berkuasa; siapakah yang akan mengatakan kepadanya: "Apakah yang baginda buat?" 

Atau dalam terjemahan NKJV Where the word of a king is, there is power;
And who may say to him, “What are you doing?”

Dalam setiap perkataan Raja ada kuasa. Siapa yang bisa menantang perkataan seorang raja. Phil Pringle katakan bahwa tujuan utama kata-kata digunakan pertama kali bukan untuk berkomunikasi melainkan untuk penciptaan seperti yang tertera pada Kejadian 1. Itu dikarenakan setiap perkataan punya kuasa.

Markus 11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. 

Atau dalam terjemahan bahasa inggrisnya “For assuredly, I say to you, whoever says to this mountain, ‘Be removed and be cast into the sea,’ and does not doubt in his heart, but believes that those things he says will be done, he will have whatever he says.”

Dimana ada perkataan seorang raja disitu ada kuasa. Kita adalah raja, karena itulah dalam setiap perkataan kita ada kuasanya.

Roma 10:8-9 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 

Seringkali kita tidak sadar bahwa perkataan kita berkuasa. Kita mengucapkan bukan apa yang ingin kita lihat namun justru apa yang kita lihat sekarang.

Keselamatan memiliki prinsip yang sama, kita percaya, kita katakan dan kita selamat. Bukan hanya sekadar selamat dari neraka namun diselamatkan dan dirubah menjadi ciptaan yang baru.

1 Pet 3: 10  "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. 

Atau dalam terjemahan BIS Di dalam Alkitab tertulis begini, ''Orang yang mau menikmati hidup dan mau mengalami hari-hari yang baik, harus menjaga mulutnya supaya tidak membicarakan hal-hal yang jahat dan tidak mengucapkan hal-hal yang dusta”

Dikatakan supaya semua orang yang mencintai hidup dan ingin menikmatinya maka dia harus menjaga mulutnya supaya tidak membicarakan hal yang jahat dan dusta. Kita seringkali lupa dan harus saling mengingatkan satu sama lain, jika kita punya hati untuk melayani orang lain maka kata-kata kita pun berkuasa. Kita bisa membantu untuk mengangkat orang lain, menyemangatinya dan memberinya harapan.

Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 

Firman Tuhan katakan apa saja yang dibuat mereka akan berhasil. Syaratnya cuma satu merenungkan Taurat Tuhan.

Mazmur 19:8 Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. 

Jika anda melihat dari mazmur 19 ini, Taurat Tuhan bukan berbicara hanya tentang 10 Titah Tuhan namun berbicara tentang keseluruhan isi dari Firman Tuhan.

Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 

Ayat ini adalah peneguhan kepada Yosua setelah Musa meninggal. Tuhan memintanya untuk tidak lupa memperkatakan Firman Tuhan. Jika Yosua melakukan itu maka apapun yang diperbuatnya akan berhasil. Perintah tersebut tidak hanya berlaku untuk Yosua namun untuk kita semua.

Roma 5:17 sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. 

Kata ‘renungkan’ di Yosua 1 dan Mazmur 1 dari kata “hagah’ atau BERGUMAM yang berasal dari kata hei(=grace/ kasih karunia) gimel(=unta, alat transportasi) dan hei(=grace/ kasih karunia) artinya dari kasih karunia satu ke kasih karunia yang lain.

Abram ditambahkan hei (kasih karunia) dalam namanya yang kemudian berubah jadi Abraham yang artinya bapa segala bangsa. Sarai juga diberikan hei (kasih karunia) dan namanya berubah menjadi Sarah yang artinya ibu bangsa-bangsa.

Kita diciptakan untuk berkuasa. Kita berkuasa seperti raja namun memiliki hati sebagai hamba. Kuasa itu ada di mulut kita. Cara terbaik berlatih menjadi raja adalah lewat perkataan kita. Perkataan kita yang menggumamkan Firman Tuhan.

Tes sederhana yang bisa anda lakukan, Cobalah baca, renungkan dan kemudian gumamkanlah Mazmur 23 selama seminggu, dan lihatlah apa yang terjadi.

Mazmur 23 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. 

Kita akan memakai ilustrasi sederhana : Bayangkan ketika anda bangun pagi, telat namun meskipun anda tergesa-gesa anda menggumamkan Mazmur 23 yang akan membuat anda tenang, demikian juga ketika anda terjebak kemacetan ataupun harus mentraktir teman anda sekantor namun kartu kredit anda diblokir. Anda menggumamkan Mazmur dan tidak memperkatakan perkataan sia-sia. Bandingkan dalam situasi yang sama, anda bangun tergesa-gesa dan mengumpat ‘sial, mati gue” pun ketika macet atau kredit card anda diblokir. Yang ada hanya kata-kata mengutuki diri sendiri. Ingat, perkataan kita punya kuasa.

Mana situasi yang ingin anda jalani dalam hidup?

Cara berlatih yang tepat menjadi raja adalah perkataan kita. Mulailah katakan hal besar dan baik terjadi dalam kehidupanmu dan perkatakan, gumamkanlah Firman Tuhan setiap hari. Tahun 2012 menyimpan keajaibannya untukmu.

“Remember, The power that we have is for service not status”

Rabu, 25 Januari 2012

THE SERVANT KING (2)

(By: Ps Jeffrey Rachmat – Senior Pastor in JPCC)

Filipi 2: 5-8 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 

Dalam bahasa aslinya, hamba berarti slave atau budak.

Ketika mengajarkan mengenai pelayanan, Yesus sudah terlebih dahulu tahu rasanya bagaimana jadi yang paling lemah dan juga jadi yang paling kuat. Kita harus belajar dari kedua karakter Yesus tersebut.

Markus 10: 42-45 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. 
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." 

1). Jika kamu berkuasa, jangan gunakan kuasamu untuk menekan dan menghancurkan orang lain tetapi justru menggunakannya untuk melayani orang lain.

Jika anda orang kaya, anda belum tentu menjadi orang yang hebat. Jika anda ingin menjadi hebat maka anda harus melayani. Itu sebabnya di JPCC semua orang bisa melayani, anda bisa menemukan CEO perusahaan besar turun dan melayani orang-orang dengan menjadi usher. Dia tidak merubah hidupnya menjadi hamba namun dia gunakan apa yang dia punya untuk melayani orang lain. Itu yang Yesus ajarkan.

Lukas 22:25-27 Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan. Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan. 

2). Untuk menjadi yang terbesar kalian harus mau menjadi yang paling muda

Anak muda biasanya lebih kreatif, mudah beradaptasi dan energik. Meskipun anda senior, jangan pernah lepaskan keinginan untuk belajar, jangan pernah kehilangan energy untuk mencoba hal yang baru. Itulah cara yang bisa anda lakukan untuk menginspirasi orang lain.

Ilustrasi : Lihat saja server, dia adalah alat yang paling canggih dan mahal namun yang dia lakukan adalah melayani, lihat saja asal namanya ‘serve’ Atau anda juga melihat servis pada pertandingan bulutangkis. Tanpa servis, pertandingan tak akan dimulai dan biasanya siapa yang memegang servis adalah mereka yang memenangkan pertandingan.

3). Jika saat ini anda hidup dalam posisi hamba, jangan pernah hidup dengan mental hamba

Belajarlah dari bangsa Israel. Mereka tidak dapat masuk tanah perjanjian karena mereka terpaku dengan cara berpikir hamba yang mereka punya selama hidup di Mesir. Anda perlu bebas dari cara berpikir seorang pelayan dan tidak lagi hidup meminta untuk dikasihani.

Yoh 6: 5-7 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." 

Lewat perikop ayat diatas,Yesus ingin ajarkan pada murid-Nya untuk keluar dari pola pikir sebagai hamba. Mereka hanya pikirkan soal uang yang harus mereka keluarkan saja namun murid-murid tidak bisa melihat kesempatan untuk membuat sejarah baru.

Mental hamba tidak pernah bisa melihat peluang karena yang mereka pikirkan adalah soal duit saja (duit dilain hal tidak pernah menjadi masalah yang dipersoalkan oleh seorang raja) Lewat perkara diatas, sebenarnya Yesus mencoba untuk membebaskan cara berpikir murid-murid-Nya.

Tanpa iman, faktor pembatas dalam hidup kita adalah uang yang kita miliki. Dengan iman kepada Yesus, faktor pembatas kita adalah cara berpikir yang kita punya.

Karakter diatas, perpaduan antara Hamba dan Raja itulah yang membuat pribadi Yesus unik, dan keunikan itulah yang terus menerus menginspirasi banyak orang.

Matius 26: 6-11 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan. Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini? Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. 

Sekali lagi murid-murid tidak memikirkan gambaran yang lebih luas lagi. Jika yang dipikiran anda hanya orang miskin maka pikiran anda yang miskin. Dan jika itu terus terjadi dengan pola pikir yang sama maka anda tidak akan bisa melakukan perkara yang besar.

Sebelum masuk tanah kanaan, Musa mengirimkan 12 pengintai untuk memantau kondisi terlebih dahulu.

Pernahkah ada mengintai apa yang kalian inginkan, pernahkah anda mengintip apa yang Tuhan sudah janjikan pada kalian?

Bilangan 13: 25-33 Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu, dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu. Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan." Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita." Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami." 

Ilustrasi: anda ingin punya rumah, datang ke pameran rumah dulu atau nunggu punya duit? Jika anda ingin rumah, meski belum punya uangnya tidak ada salahnya datang ke pameran rumah. Kalian intai mana rumah yang anda inginkan, bawa pulang brosurnya dan kemudian mulailah menabung. Jangan lupa bawa itu kepada Tuhan.

Jangan biarkan mimpi kita dibatasi oleh jumlah uang yang ada di kantong kita.

Pastor Jeff bercerita mengenai seorang perempuan yang mendengar khotbah pastor Jeff dan kemudian berusaha memenuhi mimpinya. Dia gadis desa dan ayahnya adalah seorang petani tetapi dia ingin sekolah ke luar negeri. Apa yang dia lakukan? Dia menghabiskan waktu di warnet berusaha mencari tahu sekolah dan jurusan mana yang dia inginkan serta biaya yang dia butuhkan. Hingga suatu hari pencariannya membawanya mendapatkan beasiswa penuh ke luar negeri.  

Intailah apa yang kalian inginkan dan milikilah iman.

2 Korintus 8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. 

Dalam ayat 30 " Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan 
mengalahkannya!" Kaleb sudah tahu dirinya akan masuk tapi para pengintai lainnya justru pesimis. Mereka sendirilah yang menganggap dirinya belalang.

Pelayanan akan membawa kita naik ke level berikutnya dikatakan jiak kita mampu dipercaya untuk hal kecil maka hal besar pun akan dipercayakan pada kita. Intailah apa yang kamu inginkan, milikilah pikiran seorang raja dan lakukanlah semua itu bersama dengan Tuhan, maka kita bisa lakukan perkara besar. 

Minggu, 22 Januari 2012

THE SERVANT KING (1)

(By: Ps Jeffrey Rachmat – Senior Pastor in JPCC)

Yoh 13: 3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. 

Yesus tahu bahwa segala kuasa telah diberikan kepada-Nya dan itu membuatnya jadi powerful man.

Filipi 2 : 5-7 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 

Yesus adalah raja segala raja yang tidak mengganggap kuasanya sebagai sesuatu yang penting namun justru mau jadi pelayan.

Seringkali ini membuat kebingungan karena Dia yang adalah raja tapi justru dilahirkan di kandang domba. Itu sesuatu yang kontradiktif. Yesus lahir sebagai anak Domba namun Dia juga singa dari Yehuda, yang tulus seperti merpati, cerdik seperti ular dan kuat seperti rajawali. Semuanya kontradiktif namun itu yang membuat kekristenan menjadi sesuatu yang unik.

Ilustrasi: Bagaimana jika anda memiliki pelayan yang justru bercerita soal perusahaan ayahnya yang kaya raya dan besar. Itu terkadang tidak masuk akal. Tetapi itulah yang Yesus coba lakukan.

Kita selalu menganggap bahwa pelayan adalah seseorang yang hina dan miskin sementara seorang raja adalah kasta tertinggi yang terhormat dan selalu ingin dilayani. Hal yang saling berlawanan ini terkadang juga kita temukan di beberapa gereja. Disatu sisi, ada beberapa orang yang menganggap mereka adalah pelayan yang harus hidup sederhana dan miskin dan selalu minta dikasihani. Seperti pelayan mereka tidak berani bermimpi besar. Adalagi bagian yang menganggap dirinya anak raja sehingga selalu rindu kelimpahan dan rindu memiliki kuasa. Yang ingin hidup sederhana sebenarnya ingin hidup kaya dan berkelimpahan tetapi takut diomongin. Banyak juga yang mencemooh katanya anak Raja tapi kok miskin. Perpecahan akibat hal kontradiktif tersebut yang menggagalkan gereja memberi dampak yang luar biasa bagi dunia. Jika saja mereka mau bersatu sama seperti Yesus yang Anak Raja namun mengambil rupa sebagai hamba.

Yesus adalah raja yang melayani anda tidak bisa memisahkan kedua hal ini. Semuanya bertemu dalm diri Yesus. Itu sebabnya kita harus punya pikiran yang sama seperti Yesus.

Yesus lahir di kandang domba, meskipun begitu kelahirannya ditunggu dan didengar baik Herodes maupun orang majus yang notabene adalah orang hebat dijamannya. Belum lagi hadiah emas, perak dan mur yang dibawa oleh Orang majus sebagai persembahan atas kelahiran Yesus. Pelayan seperti apa yang disembah seperti itu?

Filipi 4: 19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 

Memenuhi kebutuhan adalah tugas seorang pelayan. Tetapi kalo hanya jadi pelayan, Dia tidak akan bisa berbuat banyak karena dia tidak punya banyak. Namun Yesus memenuhi kebutuhan kita dengan sumber kekayaan seorang raja. Itu sebabnya ketika kita mengikut Tuhan, kita tidak akan pernah kekurangan sesuatu apapun yang baik.

Wahyu 3: 20-21 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. 
Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Hamba tidak punya kekuasaan sendiri, hanya punya kekuasaan yang diberikan padanya. Pelayan itu tugasnya menunggu didepan pintu dan mengetuk pintu minta dibukakan. Namun jika ada yang membukakan pintu dan mempersilahkan pelayan itu masuk, maka Pelayan itu akan mengajak kita makan bersama Dia. Pelayan mana yang traktir orang lain dengan traktiran sebagai raja?

Mat 28:20 an ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." 

Roma 8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. 

2 Kor 12: 10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. 

Hamba selalu ada dimana tuannya berada. Namun Yesus tidak hanya sekadar menemani dan menyertai saja sebagai pelayan karena jika begitu maka tidak akan gunanya. Pelayan tidak punya kekuatan untuk melawan pengganggu yang ditemukan dalam perjalanan. Namun Yesus menyertai kita sebagai raja, Dia punya kekuatan yang memerdekakan dan memberikan bantuan jika kita dilanda masalah. Pelayan mana yang punya kekuatan luar biasa seperti itu?

Roma 8:31  Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? 

Yoh 1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 

Pelayan punya tugas untuk membersihkan kotoran namun Yesus bukan hanya sekadar pelayan biasa, Dia pelayan dengan mentalitas kerajaan surga. Sekotor apapun dosa kita, Dia tidak jijik namun dibersihkan semuanya. Raja mungkin jijik harus bersihkan kotoran namun yang perlu diingat Yesus juga adalah seorang pelayan.

Yesaya 1:18 Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. 

Dengan Yesus yang membersihkan semua noda dan flek dosa kita yang sulit dibersihkan, hingga kita menjadi ciptaan yang benar-benar baru.

Yoh 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 

Jika kita hanya menerima Yesus sebagai hamba maka tidak akan ada banyak kuasa yang bisa diberikan kepada kita, itu sebabnya kita juga harus menerima-Nya sebagai raja dalam hidup kita agar kuasa-Nya bekerja.

Mat 14:15-16 Hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." 

Yoh 6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" 

Mana ada hamba yang kesenangannya traktir? Hal tersebut membuat para murid-murid-Nya kaget setengah mati.

Dalam kekristenan, Yesus mulai hidup dengan rupa sebagai hamba supaya sama posisinya seperti kita, jikalau kita buka pintu dan membiarkan Yesus masuk maka Ia akan membersihkan semua dosa kita. Jika proses pembersihan itu sudah selesai maka Dia akan mengajak kita makan dan memberi kita kuasa. Hampir sama dengan proses kehidupan, mungkin kita memulai perjalanan kita sebagai hamba namun suatu hari nanti kita akan menjadi raja.

Yesus memang melayani, tetapi ingatlah bahwa Dia melayani dengan mentalitas seorang raja dan bukan pelayan. Jika melayani dengan mentalitas pelayan maka Dia tidak akan memberikan dampak apapun.

Jika ketika kita melayani kita ingin dikasihani dan terus meminta bantuan dari orang lain maka berarti ada yang salah dengan kita. Karena Yesus melayani selalu memikirkan orang lain dan tidak pernah minta diperhatikan atau dikasihani.

Jika anda sekarang berada di posisi hamba maka punyailah mimpi yang besar. Lakukan pelayananmu yang terbaik dengan mental seorang raja. Tetapi jika anda sekarang duduk di posisi raja yang punya segalanya, janganlah terlalu enak duduk sampai lupa berdiri. Mari bagikan apa yang anda punya karena kuasa yang anda punya diberikan Tuhan untuk melayani orang lain.

Sayang sekali di jaman sekarang gereja kurang mempunyai dampak dan tidak bisa memberikan pengaruh dengan adanya dua kubu kekristenan tersebut padahal Tuhan mengambil dua kubu itu menjadi satu rupa dalam diri Yesus. Dia yang adalah Raja segala Raja mau turun dan menjadi pelayan.

Jika anda mau memberikan dampak yang besar dan memenangkan dunia ini maka anda harus melayani, bukan sekadar pelayan biasa namun pelayan yang bermentalitas Raja.